Bandung, Bimas Islam — Sebanyak 1.100 peserta mengikuti Sakinah Family Fun Run 5K 2025 yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di GOR Saparua, Bandung, Minggu (23/11/2025). Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga aparatur pemerintah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The Wonder of Harmony 2025.
Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, Direktur Jaminan Produk Halal M. Fuad Nasar, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Arsad Hidayat, serta para pejabat Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Pelepasan peserta dilakukan Wakil Menteri Agama pada pukul 06.15 WIB. Rute lari dimulai dari Jl. Saparua/GOR Saparua, kemudian melewati Jl. Aceh, Jl. Kalimantan, Jl. Belitung, Jl. Sumatera, Jl. Seram, dan Jl. Trunojoyo. Jalur selanjutnya naik ke Jl. Diponegoro di sekitar Gedung Sate, lalu ke Jl. Cimandiri, Jl. Progo, turun ke Jl. LLRE Martadinata (Riau), melintasi area Jl. Laksamana Muda Nasir dan Jl. Citarum, menuju Jl. Banda, kembali ke Jl. Aceh, dan finis di Saparua/Siliwangi Stadium sejauh total 5 kilometer.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Kemenag untuk memperkuat ketahanan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menekan angka perceraian. Karena itu, Kemenag mencanangkan Bimbingan Perkawinan dan layanan Konsultasi Keluarga di KUA untuk membantu pasangan menyelesaikan persoalan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta tidak hanya berlari, tetapi juga membawa pesan bahwa perkawinan adalah ibadah yang membahagiakan. “Para runners tidak sekadar berlari, tetapi membawa spirit bahwa perkawinan adalah ibadah yang membahagiakan,” katanya.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keluarga sesuai ajaran Islam. “Kami hadir membawa spirit Al-Qur’an yang memerintahkan orang beriman menjaga diri dan keluarganya. Dua hal terbaik yang perlu diwujudkan adalah kemampuan membina keluarga dan menjaga keharmonisannya,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Fauzi dari Kabupaten Bandung, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. "Seru banget. Selain lari, ada layanan konsultasi keluarga, jadi kita bisa tanya atau konsultasi langsung terkait masalah keluarga,” tuturnya.
Msk/Mr



