Jakarta, Bimas Islam — Peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H/2026 berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (25/6/2026), terhubung secara hybrid dengan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan 509 kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar juga menyapa peserta dari sejumlah daerah secara daring, termasuk Provinsi Jambi yang mendapat apresiasi atas kepeduliannya terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tahun ini dirancang sebagai ruang kebersamaan nasional yang mempertemukan pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat dalam semangat kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan ruang yang tidak hanya memberikan perhatian dan bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, tetapi juga memberi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan, menunjukkan karya, serta menampilkan potensi terbaiknya kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.
Menurut Abu, pelaksanaan secara serentak di seluruh Indonesia menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam memperluas manfaat zakat dan wakaf. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat kepedulian, kasih sayang, dan kolaborasi sosial-keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih bersifat seremonial, kegiatan kali ini dikemas sebagai festival yang menempatkan anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai subjek utama yang mengisi panggung, menyampaikan gagasan, serta menunjukkan karya dan harapan mereka untuk Indonesia yang lebih inklusif.
“Mereka bukan sekadar penerima manfaat, tetapi menjadi tuan rumah di acaranya sendiri. Mereka mengisi panggung, menyampaikan gagasan, menunjukkan karya, dan berbagi harapan untuk Indonesia yang lebih inklusif,” kata Abu Rokhmad.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan, penyelenggaraan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tahun ini merupakan hasil kolaborasi luas antara Kementerian Agama, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia, perbankan syariah, Lembaga Amil Zakat Nasional, Lembaga Wakaf, LKS PWU, serta berbagai mitra filantropi lainnya.
Menurut Waryono, kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga melalui penyediaan ruang edukasi, pengembangan keterampilan, apresiasi talenta, hingga penguatan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas kami rancang sebagai ekosistem apresiasi dan pemberdayaan terpadu. Anak-anak tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga diberi ruang untuk tumbuh, berkarya, dan menunjukkan potensinya,” ujarnya.
Waryono menjelaskan, konsep tersebut diwujudkan melalui lima zona tematik yang saling terintegrasi. Zona Tumbuh menghadirkan edukasi zakat dan wakaf serta layanan zakat digital. Zona Berdaya menampilkan keterampilan dan kreativitas anak-anak binaan lembaga zakat. Sementara Barokah Market menjadi etalase produk hasil pemberdayaan ekonomi umat.
Selain itu, Zona Ekspresi menyediakan ruang mural dan aktivitas kreatif yang memungkinkan anak-anak menyampaikan ide, harapan, dan cita-citanya. Adapun Zona Cahaya Auction menjadi ruang apresiasi melalui pelelangan karya anak yatim dan penyandang disabilitas sekaligus penguatan gerakan filantropi Islam yang inklusif.
“Seluruh rangkaian ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga mampu menumbuhkan potensi, melahirkan generasi yang percaya diri, kreatif, dan siap menjadi inspirasi bagi bangsa,” tutur Waryono.
Berdasarkan data panitia, kegiatan ini melibatkan 14 lembaga di tingkat pusat, dihadiri 395 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas, serta didukung 31 sponsor dan kolaborator. Total bantuan yang disalurkan di 38 provinsi mencapai sekitar Rp26,8 miliar, terdiri atas santunan tunai, bantuan pendidikan, perlengkapan sekolah, sembako, dan berbagai program pemberdayaan yang menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



