Jakarta, bimasislam— Sebanyak 68 orang penghulu se-Indonesia mengikuti Musabaqah Baca Kitab dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (MBK LKTI) tingkat nasional tahun 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober sampai tanggal 1 November 2017 di Jakarta.
Peserta adu keahlian dalam membaca literasi Islam klasik dan menulis karya ilmiah ini merupakan utusan terbaik dari masing-masing provinsi yang sebelumnya sudah menggelar kegiatan serupa di tingkat kabupaten dan provinsi.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengakui masih banyak penghulu di Indonesia yang belum bisa membaca kitab Arab gundul sebagai sumber dalam istinbat hukum Islam.
"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi penghulu yang lain untuk belajar kitab-kitab klasik sebagai sumber hukum Islam," kata Dirjen pada saat membuka MBK LKTI Bagi Penghulu Tingkat Nasional Tahun 2017 di Aryaduta Hotel Jakarta, Ahad (29/10).
Dirjen melanjutkan, penghulu juga perlu terus mengasah kemampuannya dalam bidang karya tulis ilmiah khususnya dalam aspek kepenghuluan, karena menulis ilmiah merupakan salah satu poin dalam angka kredit yang dinilai ketika hendak naik pangkat.
"Kegiatan ini sebenarnya merupakan kegiatan tahunan Ditjen Bimas Islam sejak tahun 2011, namun pada tahun 2016 sempat terhenti. Ke depan kegiatan ini harus terus dilaksanakan," papar Dirjen.
Kegiatan yang dimeriahkan oleh para pendamping dan penggembira dari seluruh Kanwil ini menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya, antara lain KH. Arwani Faisal, Dr. KH. Lutfi Fathullah, MA, Dr. H. Malik Madani, dan H. Burhanuddin, S.HI yang merupakan dewan juri MBK.
Sedangkan dewan juri LKTI yakni Dr. H. Mohsen, MM, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Hisyam, Prof. Dr. H. Darwis Hude, MA, Drs. H. Anwar, MA, Dr. Helmi Hidayat, dan Dr. H. Muharram, MA.
(Insan/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



