Mataram, bimasislam— Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-26 di Mataram, Nusa Tengara Barat (NTB) baru saja usai. Bagi Masyarakat NTB, hajatan akbar itu memiliki makna tersendiri. Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Kepala Bidang Humas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wirajaya Kusuma. Dikatakan Wira, perhelatan MTQ yang baru saja usai setidaknya memiliki tujuh makna bagi masyarakat NTB. Ketujuh hal tersebut adalah:
Pertama, Sebagai bentuk kecintaan kepada Alloh dan Rasul-Nya. Masyarakat NTB dikenal sebagai masyrakat yang religius. Bahkan, pulau Lombok diberi gelar sebagai Pulau Seribu Masjid. Tidak mengherankan, seluruh masyarakat NTB menyambut baik event nasional pembacaan Kitab Suci al-Qur’an tersebut.
Kedua, Masyarakat dapat turut berpartisipasi langsung dalam menyemarakkan MTQ. Di arena perlombaan sampai lokasi pameran dan foodcourt¸ suasana MTQ begitu terasa. Yang menarik, sekalipun sangatramai, partisipasi masyarakat ini berjalan dengan sangat tertib sehingga membuat Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi terharu.
Ketiga, Perhelatan MTQ di Provinsi yang mendapat gelar destinasi wisata halal terbaik dunia itu telah ditunggu oleh warganya selama 43 tahun. Terakhir kali, NTB menjadi tuan rtumah MTQ pada tahun 1973.
Keempat, Baik warga maupun pemerintah provinsi NTB telah berupaya untuk menjadi tuan rumah yang baik, ramah, tertib, dan santun dalam penyelenggaraan MTQ ke 26 tersebut. Seluruh komponen masyarakat berupaya menampilkan yang terbaik bagi kesuskesan perhelatan MTQ.
Kelima, Penyelenggaraan MTQ di Mataram turut membantu bergeliatnya roda ekonomi masyarakat sekitar. Meksi belum dirilis angka pasti, namun perputaran uang di sepanjang lokasi penyelenggaraan MTQ begitu terasa, baik di arena pameran, sentra makanan, lahan parkir, kebersihan, penjualan souvenir, dan sebagainya.
Keenam, Sebagai masyarakat yang religius, warga NTB berharap bahwa dengan seringnya mengunjungi dan mendengarkan lantunan ayat suci al-Quran, dapat mengokohkan keimanan kepada Tuhan, sekaligus mengharapkan keberkahan turut datang bersamaan dengan dibacakannya kalam-kalam ayat suci.
Ketujuh, Masyarakat NTB merasa bangga dapat menjadi tuan rumah bagi pagelaran religi di tingkat nasional tersebut, dan dapat menunjukan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang potensi Nsa Tenggara Barat sebagai destinasi yang layak untuk dikunjungi.
(lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



