Jakarta, bimasislam— Hari Sabtu-Minggu (15-16/2) kemarin Pusat Studi al-Quran yang biasa disingkat PSQ mengadakan perhelatan besar di gedung Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara yang bertemakan “M. Quraish Shihab: 10 Tahun PSQ dan 70 Tahun Membumikan Alquran” ini dibuka secara resmi pada hari Sabtu pagi oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mewakili Menteri Agama yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Nasar menjelaskan bahwa M. Quraish Shihab adalah seorang akademisi yang berprestasi, penulis yang sangat produktif, dan pembicara yang mencerahkan. Sebagai doktor lulusan Universitas Al-Azhar Mesir terbaik se-Asia Tenggara di bidang Tafsir, ia telah memberikan warna tersendiri bagi dinamika keberagamaan masyarakat Indonesia. “Ide utamanya adalah untuk membuat Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, di mana ia memulai proyek besar "membumikan Al-Qur'an" sejak kepulangannya dari Mesir ke Indonesia. Saat itulah pengaruhnya mulai terasakan hingga sekarang”, ungkap Wamen yang menganggap Quraish sebagai mentor dan pembimbing akademisnya sejak dulu di IAIN Alauddin Makassar.
Acara dua hari penuh yang dimaksudkan dalam rangka ulang tahun Prof. Quraish Shihab yang ke-70 sekaligus peringatan 10 tahun perjalanan PSQ ini, setelah pembukaan dirangkai dengan International Conference on Quranic Studies dengan tema “Grounding the Quran: Towards Transformative Quranic Studies” dari siang sampai sore Sabtu, malam harinya digelar Temu Alumni PSQ dan Makan Malam Bersama, kemudian besoknya seharian penuh diadakan Call for Papers bagi para peminat studi Alquran yang sedang dan telah melakukan penelitiannya.
Semua rangkaian acara ini diikuti bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura juga negara-negara Timur Tengah bahkan Australia. Dalam Seminar Internasional misalnya, yang hadir sebagai narasumber bukan hanya TGH. Zainul Majdi (Gubernur NTB dan Doktor Alumni Al-Azhar) dan Nurcholis Setiawan (Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag) dari Indonesia, tetapi juga ada Malik Husaini (Dosen Tafsir Jami’ al-Imam Muhammad bin Saud Saudi Arabia), Husaini Kouhsari (Direktur Islam Culture Center Iran), Abdel Fudhail el-Qusyi (Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir), Anthony H. Johns (Guru Besar ANU Canberra), Manan Hasan (Timbalan Akademi Majelis Ugama Islam Singapura), dan Musthofa Abdullah (Akademi Pengajian Islam Universitas Malaya).
Dalam kesempatan pembukaan yang dihadiri oleh kurang lebih 1.500 peserta itu, Ahmad Thib Raya sebagai Wakil Ketua Pelaksana juga menjelaskan, strategi mengawal model keislaman yang moderat telah diperankan dengan baik oleh M. Quraish Shihab dengan grand thought-nya “Membumikan Alquran” yang terejawantah dalam berbagai tulisan, buku, dan dakwahnya. “70 tahun merupakan momen yang paling tepat untuk mengkaji kembali sebuah peran dan pemikiran seseorang. Itulah arti penting acara ini”, tegas Thib Raya di akhir sambutannya. (edijun/foto:mayasihnews)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



