Jakarta, bimasislam—Dalam rangka untuk mempersiapkan pelaksanaan program dan anggaran tahun 2015, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan Konsultasi dan Koordinasi Perencanaan Program dan Penganggaran Tahun 2015 di hotel Grand Whiz, Jakarta (14/7). Dalam pengarahannya di hadapan peserta yang terdiri dari seluruh Indonesia ini, Pgs. Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, mengatakan bahwa remunerasi yang telah dilakukan pertanggal 1 Juli tahun ini dituntut adanya perubahan mendasar dan besar melebihi harapan pemerintah sendiri. Tegasnya.
Lebih lanjut Djamil mengatakan bahwa remunerasi itu bukan hanya tambahan tunjangan kinerja, namun sebuah langkah strategis bagi upaya memperbaiki citra dan kinerja pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jika selama ini banyak in-efiesiansi anggaran dan program yang tidak tepat sasaran, maka dengan reformasi birokrasi diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan peran pemerintah di tengah-tengah masyarakat”, tegasnya.
Berdasarkan laporan panitian, kegiatan ini diikuti sebanyak 166 orang dengan unsur 4 orang dari Kanwil Kemenag Provinsi, yaitu 1 perencana dan 3 perwakilan bidang. Selebihnya adalah perwakilan unit-unit perencana unit eselon II di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama lima hari, 14-18 Juli 2014. Masing-masing unit menyusun RKAKL dan nanti akan dilakukan penelaahan oleh Inspektorat dan akhirnya diserahkan ke Biro Perencanaan Kemenag RI untuk digabung menjadi satu usulan program dan kegiatan Kemenag kepada Kementerian Keuangan. (bieb/foto:bimasislam).
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



