Tangerang Selatan, bimasislam-- “Islam tidak mengajarkan hidup egois”, begitu jawab Abdurrahman Ayyub saat ditanya tentang Islam rahmatan lil’alamin dalam bahasa yang sederhana. Dialog ini terungkap saat bimasislam melakukan wawancara khusus dengan Mantan Jihadis Jamaah Islamiyah ini pada hari Senin (19/10) lalu di bilangan Bintaro X-Change, Tangerang Selatan.
Menurutnya, orang non-Muslim saja diperhatikan, kafir dzimmi tidak boleh dibunuh, tidak boleh diganggu. Membunuhmereka sama saja dengan membunuh orang Islam dan harus dihukum balik, apalagi dengan sesama orang Islam, begitu jelasnya berlogika.
Dalam sejarahIslam, tidak ada penjajahan yang disyukuri oleh penduduk yang dijajah kecuali pendudukan Islam. Saat Hudaibiyah menguasai suatu negaralalu dilepas karena tidak kuat, namun penduduk negarayang dilepas nangis, mereka pengen sama Islam terus, ingat Alumni STM Boedi Oetomo Jakarta ini. Cuma sayangnya, ajaran Islam mayoritas tidak dipakai, kita kurang perhatian dengan agama (Islam) kitasendiri. Sementara non-Muslim mereka meneliti, mereka tidak bersyahadat tetapi memakai nilai-nilai Islam, ungkapnya.
Australia menerapkansocial security (jaminan sosial) bagi yang tidak punya pekerjaan, hal di mana pada zaman Umar bin Khattab dulu dijalankan, yaitu dari Baitul Mal, cerita lelaki Betawi yang memiliki delapan orang anak ini.Mereka belajar dari Islam,tapi kita malah meninggalkan Islam, gugahnya. Islam rahmatan lil ‘alamin harus diterapkan, agar non-Muslim amandan umatIslam juga makmur. “Dengan Islam,kita ajak mereka untuk menikmati walaupun tidak harus bersyahadat.Kita ajak mereka menikmati indahnya Islam. Jangan hanya mensyahadatkan saja, padahal kita sendiri belum becus”, tegasnya di akhir pertemuan dengan bimasislam.(Edijun & Syam/ilustrasi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



