Semarang, Bimas Islam — Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah akan menghadirkan banyak hal baru. Tidak hanya mempertandingkan cabang-cabang musabaqah, ajang dua tahunan ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pameran, seminar internasional, festival budaya, hingga job fair.
Rangkaian kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Kesiapan MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (6/8/2026). Rapat koordinasi antara panitia daerah dan panitia pusat itu dihadiri Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi, Asisten Pemerintahan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah, serta organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, mengatakan, penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini dirancang lebih semarak melalui berbagai kegiatan pendamping. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar gaung MTQ semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
"Arahan Menteri Agama, MTQ Nasional di Jawa Tengah ini tidak hanya diisi dengan musabaqah, tapi juga dilengkapi kegiatan-kegiatan pendamping seperti seminar internasional, supaya gaungnya lebih terasa sampai ke masyarakat luas," ujar Muchlis.
Menurut Muchlis, salah satu kegiatan baru yang akan digelar ialah Pameran MTQ sebagai ajang promosi produk dan potensi daerah yang ditempatkan di sekitar arena utama musabaqah. Selain itu, Seminar Internasional akan menghadirkan para pembicara dari berbagai kalangan untuk membahas isu-isu keislaman dalam forum berskala internasional.
MTQ Nasional XXXI juga akan menghadirkan Festival Dugderan, tradisi khas Semarang yang menjadi bagian dari penyambutan kafilah. Kegiatan pendukung lainnya meliputi Festival Rebana Nasional, Fashion Show Islami, Batik Muslim Awards, serta Festival Kaligrafi yang akan menambah semarak penyelenggaraan MTQ.
Hal lain yang tidak kalah menarik ialah penyelenggaraan Job Fair yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana promosi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Muchlis mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyambut MTQ Nasional yang kembali digelar di provinsi tersebut setelah 49 tahun. Ia menambahkan, panitia pusat juga terus mematangkan berbagai aspek yang menjadi kewenangannya, seperti penyiapan dewan hakim dan registrasi peserta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan terus dipersiapkan, mulai dari venue, akomodasi, transportasi, hingga sarana pendukung lainnya.
"Kesiapan kami mencakup semua lini, mulai dari venue, akomodasi, hingga transportasi untuk kafilah dari seluruh provinsi. Kami memiliki prinsip, bukan sekadar menghormati tamu, tetapi juga memuliakan tamu. Jawa Tengah benar-benar siap menjadi tuan rumah yang membanggakan," kata Sumarno.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang dikoordinasikan melalui 15 bidang teknis telah mencapai lebih dari 50 persen. Panitia pusat dan daerah akan terus menyelesaikan seluruh tahapan persiapan agar pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah berjalan lancar.
Mwr/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



