Bengkulu, bimasislam— Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah punya program unggulan yang patut ditiru oleh KUA lain di Indonesia, program itu disebut dengan “Kampung Sakinah.” Kampung Sakinah adalah prototype masyarakat yang ideal dengan kehidupan yang religius dan harmonis. Kampung Sakinah berlokasi di Dusun Pulau Beringin, Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah.
Kampung Sakinah mirip dengan program Desa Binaan Ditjen Bimas Islam, hanya saja pembinaannya murni diinisiasi dan dilayani oleh KUA. Seperti dijelaskan oleh Mikratul Aswad, Kepala KUA Pondok Kelapa, pembinaan terhadap kampung sakinah sepenuhnya oleh pegawai KUA yang dipimpinnya.
“Yang turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan keagamaan di Kampung Sakinah adalah seluruh petugas KUA, termasuk para penyuluh non PNS,” jelasnya saat ditemui bimasislam di ruang kerjanya, Senin (23/5).
Dikatakan Aswad, pembinaan di Kampung Sakinah tidak hanya menyangkut bidang agama, namun juga pemberdayaan ekonomi, mengingat masyarakat akan sulit mendalami agama kalau masih terhimpit oleh kesulitan keuangan. “Di Kampung Sakinah juga ada program pemberdayaan ekonomi, misalnya produksi Kopi Biji Salak, dan sebagainya. Saat MTQ di Bengkulu produk olahan penduduk di Kampung Sakinah terjual laris manis,” tambahnya.
Sementara itu dalam bidang pembinaan keagamaan, secara rutin di kampung sakinah dilaksanakan pengajian rutin untuk kaum ibu, ramaja, dan orang tua. Model Kampung Sakinah yang merupakan percontohan bagi kehidupan kampung yang religius dan rukun tersebut ingin ditularkan aswad kepada keluarga-keluarga di kampung lainnya. Oleh karena itu pria kelahiran 12 Mei 1982 itu punya keinginan agar pembinaan kursus pra nikah dilakukan di Kampung Sakinah, “Maksudnya agar menjadi contoh bagi masyarakat yang hendak berkeluarga sehingga bisa menularkan spirit tersebut di kampungnya masing-masing,” terangnya.
KUA Pondok Kelapa merupakan satu dari 10 KUA di Kabupaten Bengkulu Tengah. KUA yang dipimpin oleh Mikratul Aswad ini melayani masyarakat yang tersebar di 16 desa dengan angka rata-rata peristiwa nikah 15 pasang setiap bulannya. Masyarakat Kecamatan Pondok Kelapa dilayani oleh 6 pegawai KUA dan 23 penyuluh non PNS.
Kepala KUA Pondok Kelapa memiliki konsep pelayanan dan kreatifitas yang tinggi. Ini terlihat dari sejumlah papan dan infografis layanan keagamaan dengan desain yang menarik dipasang di berbagai sudut gedung KUA, seperti info alur nikah, skema mahram, dan sebagainya. Infografis tersebut diberi ilustrasi kartun yang segar.
Selain itu, di bagian depan KUA juga terdapat meja front office untuk melayani masyarakat agar tidak bingung saat tiba di KUA. Front office itu dilengkapi dengan data visual pelayanan nikah di KUA Pondok Kelapa yang ditayangkan melalui televisi layar datar yang terhubung ke perangkat elektronik. Masuk ke bagian dalam, terdapat meja pelayanan pendaftaran nikah secara manual maupun online. Sementara ruang balai nikah terdapat di bagian depan, dihiasi ornament dan dekorasi khas Bengkulu.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



