Jakarta, bimasislam-- Ramadhan sudah dekat. Lembaga pengelola zakat di Tanah Air sibuk menyusun agenda kampanye zakat dan berbagai event syiar zakat di bulan Ramadhan. Faktanya, penghimpunan terbesar lembaga zakat tercapai di bulan Ramadhan. Karena itu, biaya yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan Ramadhan tidak sedikit. “Agenda Ramadhan lembaga zakat harus selektif dan efisien. Kampanye zakat yang menghabiskan biaya besar harus dibatasi. Di samping itu harus dihindari kesan persaingan dan rebutan pasar di antara sesama lembaga zakat. Semua event dalam rangka Ramadhan harus mengedepankan substansi daripada seremoni.” Demikian disampaikan M. Fuad Nasar, Kasubdit Pengawasan Lembaga Zakat dan Wakil Sekretaris BAZNAS kepada bimas-islam baru-baru ini(12/6).
Menyinggung peran yang harus dimainkan oleh lembaga zakat, dikatakan, “Setiap lembaga pengelola zakat harus fokus melaksanakan tugas utamanya, yaitu mengajak dan menggerakkan umat Islam yang mempunyai harta kekayaan dan penghasilan yang mencukupi, baik perorangan maupun perusahaan, supaya menunaikan kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah serta menyalurkan zakat yang dihimpun kepada yang berhak menerima.” ujarnya.
Fuad Nasar mengingatkan, “Walaupun audit syariah oleh pemerintah belum bisa dilaksanakan tahun ini karena prosedur teknisnya di Kementerian Agama masih dalam penyiapan, namun internal audit berkenaan dengan kepatuhan syariah pada setiap lembaga zakat mesti dijalankan, baik oleh LAZ maupun BAZNAS, melalui Komisi Pengawas masing-masing. Salah satu titik yang perlu di-audit syariah ialah kegiatan Ramadhan, terutama menyangkut sumber dana dan penggunaannya, apakah sudah memenuhi prinsip shariah compliance dan tidak melanggar kepatutan. Saya kira ini penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan zakat yang semakin baik.”
“Kenapa kampanye zakat dan kegiatan Ramadhan harus selektif? Soalnya, untuk menarik muzakki berzakat melalui amil dalam hal ini BAZNAS dan LAZ, tidak mesti dengan mengeluarkan ongkos yang tinggi. Para amil zakat dituntut lebih peka terhadap kondisi riil kemiskinan. Masih banyak fakir miskin yang belum punya akses kepada lembaga zakat, sementara kampanye zakat terlihat dimana-mana.” pungkas Fuad. (mfn/foto:gambarkartununik)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



