Jakarta, bimasislam— “Di era kekinian seperti sekarang, setiap organisasi harus mempunyai strategi kehumasan yang tepat”, demikian dikatakan Agung Laksamana, Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia, saat memberi materi Kamis lalu pada acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Kehumasan Bimbingan Masyarakat Islam Pusat dan Daerah di hotel Lumire, Jakarta (6/4).
Agung memandang bahwa tantangan dunia kehumasan saat ini semakin kompleks. Kehadiran era digital berakibat pada semakin meningkatnya kompetisi di bidang kehumasan. “Setiap tenaga humas harus memahami siapa audiensnya”, papar Agung. Menurut lelaki yang menyelesaikan pendidikan S2nya di Fort Hays State University, Amerika Serikat, tenaga humas harus dapat memanfaatkan semua media, termasuk media sosial. Teknologi digital dan dunia media sosial berkembang sangat cepat. Beragam media media sosial, seperti Facebook, Path, Twitter, Instagram bermunculan meramaikan dunia kominikasi saat ini. Tidak kalah juga dengan media online yang makin menarik perhatian masyarakat dibanding media konvensional.
Lebih lanjut Agung mengatakan agar seorang humas Pemerintah tidak hanya berkutat dalam tatanan tradisional seperti media cetak dan protokoler saja, sementara ekspektasi audiennya lebih besar dari itu. “Ditjen Bimas Islam harus mampu membaca apa yang diinginkan masyarakat dari mereka dan tenaga humas Ditjen Bimas Islam harus bisa berpikir sebagai seorang yang strategis” ujar Agung.
“Setiap organisasi harus berjalan sesuai dengan agenda seting yang sudah ditetapkan, jangan sampai malah media yang mengatur agenda seting kita”, tegas Agung. Hal pertama yang perlu dilakukan organisasi adalah membangun perspektif yang sama dari semua unsur terkaitnya. Apalagi bagi seorang tenaga humas, ia harus mampu menyampaikan pesan sesuai dengan “key message” organisasi.
“Seorang tenaga humas harus bisa memviralkan medianya sendiri, jangan berpatokan kepada media mainstream”, sambung Agung. Dalam hal ini media dan orang yang bertugas sebagai tenaga humas mempunyai jaringan sosial yang cukup luas dan dipercaya serta gampang diakses oleh semua orang. Kemudian pesan dan ajakan dimaksud mudah diingat dan menarik perhatian pengikutnya.
Mengungkap pandangannya terhadap kehumasan Kementerian Agama, khususnya Ditjen Bimas Islam, Agung menyampaikan bahwa sejauh ini dirasa sudah cukup positif namun mungkin perlu digali lebih jauh tentang visi dan misi dari Menteri Agama. Menurut Agung perlu ditinjau dengan research, apakah sudah ada peningkatan terhadap bimbingan dan layanan yang dilakukan Ditjen Bimas Islam. Jangan sampai tenaga humas terperangkap dengan hal-hal yang bersifat teknis, tapi belum mampu mengolah informasi dan data lebih banyak.
(lady/bimasislam).
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



