Jakarta, bimasislam—Kabar gembira bagi pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) yang ingin mengukur ulang arah kiblat masjidnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Muhammad Thambrin menyebutkan bahwa mengacu pada data astronomi akan terjadi fenomena rashdul qiblah atau peristiwa dimana matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah pada Minggu (16/07). Peristiwa astronomis ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.
Thambrin mengatakan bahwa pada saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus di mana saja akan mengarah lurus ke Ka’bah.
Ditambahkannya, peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A'dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
Oleh karena itu, Thambrin menjelaskan, fenomena tersebut dapat digunakan oleh umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.
Terpisah, Kasubdit Hisab Rukyat Dit Urais Nur Khazin mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhaikan dalam proses verifikasi arah kiblat, yaitu:
1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul
2. Permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



