Padang, bimasislam-- "Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Utara tetap melayani umat meski secara periodik sering terkena banjir Rob dari air laut. Layanan umat tidak boleh berhenti hanya karena kantor kebanjiran rutin", demikian dikatakan oleh Syaiful Rizal, Kepala KUA Padang Utara kepada bimasislam (15/9).
Syaiful menambahkan bahwa pihaknya sudah terbiasa dengan kondisi darurat. Seluruh pegawai juga sudah memahami situasi itu sehingga layanan publik tetap dilaksanakan.
"Kami nih sudah sekian tahun berkantor di sini. Semua pegawai sudah menyadari kondisi yang sering mengganggu pelayanan. Tapi apa mau dikata, kita harus tetap melayani masyarakat", jelas alumnus Fakultas Syariah IAIN Jakarta ini.
Kepala KUA Non Penghulu yang sudah menjabat selama 12 tahun ini juga menginformasikan bahwa wilayah KUA berdiri merupakan zona merah tsunami, sehingga sangat rawan jika terjadi gempa menimpa.
"Wilayah kami ini masuk zona merah tsunami, sehingga rawan sekali kalau ada gempa. Banyak penduduk sekitar sini yang pindah, menjual rumahnya karena secara geografis tidak ideal", imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Kasi Kepenghuluan Kanwi Kemenag Provinsi Sumbar, Yufrizal, manyatakan bahwa KUA Padang Utara telah diusulkan pembangunan gedung KUA untuk mendapatkan dana SBSN tahun 2018.
"KUA Padang Utara telah kami usulkan ke Pusat untuk pembangunan dengan dana SBSN tahun 2018. Dana yang kami usulkan sebanyak 1.5 milyar untuk pembangunan gedung dengan dua lantai. Tahun depan sekitar bulan Juli-Agustus KUA Padang Utara akan memiliki gedung baru cukup megah di atas tanah 310 M2", jelasnya dengan yakin.
Dalam pengamatan bimasislam, KUA Padang Utara memang layak untuk mendapatkan anggaran pembangunan gedung baru melalui skema SBSN. Kondisi yang ada perlu segera disediakan gedung dan sarpras yang lebih memadai karena kondisi yang tidak ideal sebagai instansi pelayanan publik.
Selain hal itu, jumlah pegawai yang cukup banyak perlu diwadahi dengan tempat yang lebih baik, yaitu 1 kepala KUA, 3 penghulu, 6 penyuluh agama PNS, 2 petugas administrasi, plus 8 penyuluh agama honorer. Program unggulan yang terus dilakukan selain tugas rutin pelayanan nikah rujuk adalah program penyuluhan kepada para nelayan dan pendataan aset (tanah) wakaf.
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



