Bandung, bimasislam—Sejak awal diresmikan tahun 2010 lalu, Masjid al-Irsyad Kota Baru Parahiyangan telah mencuri perhatian para arsitek tingkat dunia. Bagaimana tidak, hanya satu tahun setelah diresmikan, masjid besutan arsitek kenamaan yang kini menjabat Walikota Bandung, Ridwan Kamil itu telah meraih penghargaan bergensi yang melibatkan 15ribu arsitek seluruh dunia sebagai The Best World Building of The Year 2011 pada kategori Bangunan Religi versi Archdaily & Green Leadership Award. Prestasi itu juga mewakili satu-satunya rumah ibadah umat Islam dari lima pemenang yang mendapat gelar serupa, plus sebagai satu-satunya pemenang dari Asia.
Selain menampilkan keindahkan arsitektural yang futuristik, masjid yang berdiri di atas lahan seluas satu hektar ini rupanya juga didesain secara fungsional. Letak lubang-lubang pada dinding diatur sedemikian rupa sehingga menjadi ventilasi udara yang menyejukkan jamaah di ruang utama shalat. Yang unik, jika di lihat dari dalam lubang-lubang tersebut nampak tidak beraturan, tapi jika dilihat dari luar saat malam hari ketika lampu ruangan dinyalakan, deretan lubang pada dinding masjid berbentuk kubus itu akan memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid yang bermakna “Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah”.
Ruang Mihrab pada masjid ini didesain dengan pola simetris sehingga menghasilkan titik konsentrasi ke ujung ruangan yang terbuka tanpa dinding sehingga memberi kesan seperti mulut gua. Dari pintu gua itu, terlihatlah landscape perbukitan terhampar yang mengantarkan jamaah menuju keinsafan pada Kemahabesaran Tuhan. Di tepi bagian bawah tempat imam berdiri, sebuah kolam lengkap dengan ikan-ikan hias memberi kesan yang menyatu dengan alam.
Pada interior masjid terdapat 99 buah lampu yang menyimbolkan 99 Asmaul Husna. Pada setiap lampu itu terukir tulisan nama-nama dari Asma Tuhan. Ruang shalat yang mampu menampung 1500 jamaah dibuat tanpa pilar di bagian tengah sehingga memberi aksen luas.
Tak perlu khawatir dengan ketiadaan kipas angin atau pendingin udara, karena sistem ventilasi pada seluruh dinding telah didesain sedemikian rupa sehingga jamaah tak akan merasa gerah.
Dari segi warna, secara keseluruhan komposisi bangunan masjid hanya terdiri dari warna putih, hitam, dan abu-abu. Komposisi ketiga warna yang tidak ramai ini justru memberi kesan elegan, simpel, dan futuristik.
Setiap hari, masjid yang berdiri satu kompleks dengan Madrasah Al-Irysad Al-Islamiyah of Singapore ini dikunjungi oleh jamaah dan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia, serta sejumlah pengunjung dari Malaysia, Singapura, Timur Tengah, sampai negara-negara Eropa. Karena keunikan bangunannya, Masjid al-Irsyad juga menjadi tujuan mahasiswa arsitektur di seluruh dunia untuk tujuan studi.
Meski setiap hari dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara, kebersihan Masjid ini tetap terjaga, karena pihak DKM telah menganggarkan dana operasional khusus untuk kebersihan masjid yang mencapai jutaan rupiah.
Masjid Al-Irsjad berlokasi di jalan Parahyangan KM 2.7 Kota Baru Parahyangan, Bandung. Pastikan Anda menjadi satu dari banyak pengunjung masjid ini saat bertandang ke kota yang berjuluk Kota Kembang itu.
(nur afwa-arief)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



