Jakarta, bimasislam—Pemerintah melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menetapkan 1 Syawwal 1436 H jatuh pada hari Jumat, 17 Juli 2015. Keputusan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1436 H.
Keputusan ini diambil setelah Sidang Itsbat bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Islam yang ikut dalam sidang tersebut. Sidang berlangsung yang secara tertutup di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, ini mendapat perhatian dari kalangan media massa dan sejumlah pemerhati astronomi.
Menag terlibat langsung mengikuti proses penetapan 1 Syawal 1436 H dengan mendengarkan pendapat pakar astronomi Tim Hisab Rukyat dari planetarium Jakarta. Keputusan hasil Sidang Itsbat ini didasari setelah pemerintah mendengarkan langsung pemikiran dan pendapat dari para pakar, serta laporan hasil pantauan rukyat di seluruh titik pengamatan hilal di Indonesia.
"Data yang kami terima, ada empat yang berhasil melihat (hilal), yaitu di Gresik, Tanjung Kodok Lamongan Jawa Timur, Bojonegoro,dan di Kepulauan Seribu, dengan hasil empat titik yang sudah terlihat, maka malam ini kita sudah memasuki 1 Syawwal 1436 H", demikian ungkap Menag.
Sebelum mengakhiri konferensi pers, Menteri Lukman menyampaikan selamat kepada umat Islam di seluruh dunia yang besok akan melaksanakan Shalat Ied. "Kami atas nama Kementerian Agama mengucapkan terimakasih terutama kepada MUI dan seluruh pimpinan Ormas Islam, kepada umat Islam diseluruh dunia, selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri besok", ujarnya.
Selain itu Menag menghimbau agar masyarakat yang hendak melakukan takbir di luar masjid untuk senantiasa menjaga ketertiban. "Saya juga menghimbau agar dalam melaksanakan takbir keliling supaya tetap menjaga ketertiban dan tidak terlalu larut malam,” himbaunya.
Ditempat yang sama Ketua Umum MUI berharap ke depan Umat muslim memiliki kalender bersama yang bersifat global. "Sudah waktunya bagi kita semua untuk memiliki kalender Islami yang bersifat global, kalau ini dimiliki dunia Islam maka kontroversi di dunia Islam akan hilang. Marilah kita kembali ke fitrah", tegas Ketua Umum MUI, Din Syamsuddin.
Sidang Itsbat dihadiri sejumlah pejabat Kemenag, termasuk Dirjen Bimas Islam Machasin, mantan Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, ketua umum MUI Din Syamsuddin, beberapa perwakilan duta besar negara sahabat dan pimpinan ormas Islam. Usai sidang seluruh peserta membaca takbir, sebagai tanda Idul Fitri telah tiba yang dipimpin Ketua Umum MUI. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



