Jakarta, bimasislam—“Dengan label agama yang disematkan pada Kementerian ini, kita harus terus meningkatkan integritas Pegawai,”demikian ditegaskan Menteri Agama saat Halal bi Halal bersama seluruh pegawai Kemenag Pusat, bukan hanya Pejabat Eselon 1, Eselon 2, Eselon 3 dan Eselon 4 hari Kamis (23/7) pagi. Lewat momen Halal bin Halal inilah kita berupaya meningkatkan integritas itu, ujarnya melanjutkan sambutan.
Halal bi Halal adalah bagian dari tradisi Islam Nusantara, artinya nilai-nilai yang berjalan dan menjadi tradisi masyarakat Indonesia, yang tidak ditemukan pada bangsa lain, jelas Alumni Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, ini. Istilah Halal bi Halal terasa agak ganjil bila diterjemahkan. Namun, akan bisa dimengerti bila dilihat latar belakang sejarahnya. Halal bi Halal di sini maksudnya “saling memaafkan”urai Menag di Gedung HM. Rasjidi Thamrin, Jakarta Pusat.
Asal-usul istilah ini berawal dari gagasan KH. Wahab Chasbullah saat dimintai saran oleh Presiden Soekarno berkaitan dengan kondisi sosial-politik Indonesia yang tidak sehat. Para elit politik saling bertengkar dan tidak mau bersatu duduk satu forum. Ini terjadi pada pertengahan Ramadhan tahun 1948. Di sinilah KH. Wahab Chasbullah menawarkan ide cerdas, yang akhirnya dihadiri oleh banyak elit politik saat pertemuan yang diadakah setelah Lebaran itu. Menurutnya, sikap tidak mau bersatu itu perbuatan dosa dan dosa itu haram. Supaya mereka tidka berdosa, maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk bersama untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Makanya, silaturrahim itu dipakai istilah “Halal bi Halal”.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Zacky Mubarak sebagai Penceramah Halal bi Halal kali ini menyampaikan, “Islam itu dibangun dengan dua hal, Iman dan Kejujuran, sebagaimana disebutkan dalam Hadis Nabi Saw.”Tanpa keduanya, tidak akan bermakna keislaman seseorang. Semua aktivitas apapun, terutama Rukun Islam, tidak akan beres pelaksanaannya.
Seakan ingin mengaitkan tema Halal bi Halal kali ini, “Dengan Silaturrahim, Kita Tingkatkan Integritas Pegawai Kementerian Agama”Zacky menyentil, begitu pula bagi Pegawai Kementerian Agama dalam melaksanakan kinerjanya. Diperlukan kejujuran dalam bekerja, terang Ketua Umum Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) ini di hadapan para hadirin yang memenuhi gedung pertemuan. (edijun/foto:kemenag)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



