Solo, bimasislam-- Untuk memajukan Ilmu falak yang kini semakin diminati masyarakat, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag bekerjasama dengan Club Astronomi Assalam (CASA) menyelenggarakan Lokakarya Nasional dan Silaturrahmi Komunitas Falak Se-Indonesia di Pondok Pesantren Assalam Surakarta, (28/12).
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Ponpes Assalam, H. Ma’ruf Rahmat, dan Ka Kantor Kemenag Sukoharjo H. Musta’in. Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan bahwa ilmu falak merupakan ilmu yang sangat penting, banyak karya-karya dan ide-ide kreatif yang muncul dari ilmu falak. Maka, dengan berkumpulnya para pecinta dan pegiat ilmu falak ini merupakan langkah yang sangat setrategis untuk memajukan ilmu falak, tegasnya.
Sedangkan, Musta’in menyampaikan bahwa hisab rukyah merupakan isu yang paling seksi di masyarakat, khususnya ketika menjelang awal Ramadhan dan Idul Fitri. Karena itu, pegiat ilmu falak harus dikembangkan, baik kualitas maupun kuantitasnya, agar masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang hisab rukyah dengan mudah, pintanya.
Acara yang dihadiri sekitar 170 komunitas seluruh Indonesia ini juga dihadiri Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. Dalam arahannya, Djamil memaparkan, bahwa ilmu Falak itu kurang populis di masyarakat, terbukti tak ada orang tua yang mendoakan anaknya untuk menjadi ahli falak. Termasuk anak-anaknya juga tak ada yang bercita-cita ingin menjadi ahli falak. Namun, tegas Djamil, ilmu falak menjadi sangat polulis ketika menjelang awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah. Masyarakat selalu menantikan kabar hisab rukyat. Karena itu, pertemuan ini diharapkan mampu memberikan informasi dan ketenangan kepada masyarakat terkait tentang hisab rukyat di Indonesia, katanya.
Dalam pantauan bimasislam, pertemuan ini merupakan awal dari terbentuknya perkumpulan komunitas pegiat dan pecinta ahli falak di penjuru Indonesia. Pertemuan menyepakati pembentukan Asosiasi Maestro Astronomi dan Ilmu Falak Indonesia Merdeka atau ASTROFISIKA. Ditunjuk sebagai Ketua Umum, AR. Sugeng Riyadi, dan Sekretaris Jenderal, Ali Maftukin. (am/foto:bimasislam)



