Jakarta, bimasislam— Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan Simulasi Jambore Nasional X tahun 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta pada tanggal 19-23 Juli 2016. Simulasi merupakan persiapan pelaksanaan Jambore Nasional X tahun 2016. Jambore Nasional X akan dilaksanakan pada tanggal 14-21 Agustus 2016 yang akan melibatkan 25.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Simulasi diikuti lebih kurang 300 peserta pramuka penggalang dari Kwartir Daerah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Simulasi ini menguji tata kerja dan model pelaksanaan jambore nasional nantinya sehingga panitia mempu mengevaluasi sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan.
Kegiatan rohani pada Jambore Nasional selalu menjadi agenda yang diutamakan. Melalui Jambore Nasional diharapkan ketakwaan Pramuka kepada Tuhan Yang Maha Esa semakin meningkat. Sehingga pribadi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara dapat diwujudkan.
Selain itu pembinaan mental melalui kegiatan ibadah rohani akan dapat membina tali persaudaraan peserta Jambore Nasional dan ikut membangun jati diri bangsa. Sebagaimana yang disampaikan Ketua Panitia Pra Jambore Nasional X, Mardhani Zuhri kepada bimasislam (23/7). Mardhani mengatakan bahwa Jambore Nasional mewajibkan semua peserta melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai dengan agamanya masing-masing. Panitia menyediakan fasilitas keagamaan untuk pelaksanaan ibadah dan memasukan jadwal kegiatan ibadah kedalam jadwal harian peserta.
Salah satu ibadah rutin yang selalu menjadi fokus Mardhani adalah berdoa. Laki-laki yang pernah menjadi Koordinator Perkemahan Pramuka Santri Nusantara ini mengulas akan pentingnya berdoa bagi setiap muslim. “Nilai eksistensi sebuah doa karena Allah perintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya, orang-orang yang tidak berdoabisa menjadi orang-orang yang menyombongkan diri kepada Allah,” terangnya.
Mardhani menyampaikan bahwa berdo’a juga menjadi agenda wajib sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai. Hal itu dikarenakan berdo’a menjadi bagian dari bentuk ketaatan hamba kepada Allah. Sikap tawakal kepada Allah merupakan satu kesatuan terhadap ikhtiar yang dilakukan. “Berdoa menjadi karakter spiritual pramuka,” tegas laki-laki yang juga Andalan Nasional Gerakan Pramuka Kwarnas.
“Untuk kegiatan rohani Islam dimulai dari pelaksanaan shalat shubuh berjamaah dan dilanjut dengan kuliah singkat atau Kultum” sambung laki-laki yang dibesarkan dilingkungan pesantren ini. Pelaksanaan kegiatan ibadah Muslim di perkemahan dipisahkan antara putra dan putri. Masing-masing subperkemahan mempunyai petugas dan penangggung jawab penyelenggaraan ibadah rutin tersendiri. Dalam hal ini panitia seksi rohani mempunyai tugas mengkoordinir dan memberikan bimbingan pelaksanaan ibadah.
(lady/bimasislam)



