Jakarta, bimasislam—Mantan Seketaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Bahrul Hayat mengaku tak berani mengganti logo Kementerian Agama saat ia menjabat di Kemenag. Hal tersebut disampaikan Bahrul saat menjadi narasumber dalam Kegiatan Peningkatan Image Building Bimas Islam melalui Media di Jakarta, Jumat (26/06).
“Saat saya menjabat, ramai-ramai sejumlah Kementerian mengubah logonya, karena logo lama dianggap tidak mencerminkan kedinamisan. Tapi saya terus terang tidak berani merubahnya, karena saya tidak ingin mengurangi makna yang sangat tinggi dibalik logo dan motto itu,” ujar pria yang menjabat sebagai Sekjen Kemenag selama delapan tahun itu.
Dikatakan Bahrul, ia berani merubah banyak hal, mulai dari gedung yang memiliki makna sangat filosofis, renstra (rencana strategis) Kemenag, visi dan misi, dll. Tetapi untuk logo dan motto ia lebih memilih untuk merevitalisasi kata ‘ikhlas beramal’ yang selama ini menjadi moto Kementerian Agama.
Bahrul mengatakan, makna ‘Ikhlas Beramal’ yang ia pahami memiliki makna sangat dalam. “Makna Motto itu bagi saya adalah ‘berbuat baik dengan cara yang baik, tidak menghitung kebaikan itu dan tidak mengharapkan sesuatu dari perbuatan itu” ujarnya disambut tepuk tangan 50 peserta yang hadir.
Terkait dengan citra Bimas Islam di mata publik, ia berpesan agar semua upaya penguatan citra Bimas Islam diarahkan pada pelayanan dan dijadikan sebagai identitas dan karakter.
“Citra harus muncul sebagai identitas dan karakter. Kuncinya adalah Sumber Daya Manusia (SDM), sekali lagi SDM yang membawa trust masyarakat” tegas Bahrul.
Bahrul mengatakan, SDM memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dalam pelayanan, mulai dari pelayanan sederhana hingga persoalan pelik birokrasi yang rumit. “Budaya senyum itu sederhana, tetapi berefek besar pada pencitraan Kementerian Agama di mata masyarakat.
“Bangunlah kinerja dan image building secara terencana. Kata kuncinya adalah terencana, Untuk citra Bimas Islam ke depan, kita harus berfikir apa yang bisa Bimas Islam berikan kepada masyarakat, jangan sampai sebaliknya. Yang paling penting masyarakat itu tahu kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bimas Islam itu bermanfaat bagi mereka. Kita harus mengemas kemanfaatan kebijakan,” pesan Bahrul kepada seluruh peserta. (ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



