Oleh
NASICHUN AMIN*)
Setiap menjelang awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, umat Islam pasti menunggu hasil sidang itsbat atau penetapan awal bulan-bulan tersebut dari pemerintah karena terkait pelaksanaan kewajiban puasa ramadhan dan ibadah di bulan Dzulhijjah. Selain berpanduan pada perhitungan atau hisab sesuai dengan beberapa teori hisab yang telah dirumuskan para ulama yang membidanginya, laporan pelaksanaan rukyatul hilal atau observasi munculnya bulan baru/bulan sabit pertama dari beberapa tempat / markaz rukyat yang menentukan hasil sidang itsbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.
Salah satu markaz rukyat yang sering diperhitungkan laporannya adalah Balai Rukyat Bukit Condrodipo yang terletak di Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur. Gresik yang dikenal sebagai kota wali karena terdapat makam beberapa wali songo serta kota santri dan kawasan industry di utara Kota Surabaya mempunyai beberapa tempat yang berbukit dengan ketinggian lebih dari 100 meter di atas permukaan laut. Salah satu bukit yang cukup tinggi dan startegis untuk dipergunakan sebagai markaz rukyat adalah Bukit Condrodipo.
Menurut Muhyiddin Hasan salah seorang pengurus lembaga falakiyah PCNU Gresik menjelaskan bahwa Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik ini terletak di kawasan perbukitan di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik setinggi 120 meter dari permukaan air laut. Bangunannya terdiri dari 2 lantai dan dibangun di areal makam Mbah Condrodipo (murid dari Sunan Giri). Proses pembangunannya, ini diawali dari keperihatinan dari beberapa Kyai dan Dewan Pakar dari Lajnah Falakiyah NU Kabupaten Gresik yang sebelumnya melakukan rukyatul hilal di laut lepas muara Sungai Bengawan Solo daerah Kecamatan Ujung Pangkah Gresik di atas perahu, sehingga untuk meletakkan peralatanpun tidak bisa serta apabila posisi hilal berada di daerah selatan maka ufuk barat akan terhalang karena ada gunung didaerah Kecamatan Panceng dan Lamongan Setelah beberapa kali pembahasan, maka dibentuklah tim yang bertugas untuk mencari-cari tempat yang bisa leluasa melihat hilal yang bebas ke ufuk barat. Tim tersebut terdiri dari KH. M. Kamil Chayyan (Alm), KH. Hasan Basri Said (Alm) , Ust. M. Chotib, H. Masluch Al Fanani, H.M. Chisni Umar Burhan, H. Choirul Anam dan H.M. Inwanuddin. Singkat cerita, dari beberapa tempat pilihan di seluruh Kabupaten Gresik, maka akhirnya di pilihlah perbukitan di areal Makam Mbah Condrodipo Desa Kembangan yang terpilih karena bukit Condrodipo berada pada Bujur Timur 112° 37’ 02,5” dan Lintang Selatan -7° 10’ 11,1” Ketinggian lokasi adalah 120 m diatas permukaan laut Pandangan ke arah ufuk 0° Dari areal lokasi tersebut, Rukyatul Hilal dapat dilakukan sepanjang tahun karena bebas dari halangan apapun sampai ke Utara 24° dan ke Selatan 24°. Dari pertimbangan tersebutlah maka, sejak tanggal 29 Jumadil Awal 1425 H atau bertepatan dengan 18 Juli 2004 M dimulailah pembangunan Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik yang peletakkan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Kabupaten Gresik yaitu Bapak Dr. Drs. KH. Robbach Ma’sum, MM. Sejak dimulai pembangunan Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik ini, otomatis pusat kegiatan rukyatul hilal setiap bulan qomariyah oleh Lajnah Falakiyah NU Gresik berpindah ke sini, meskipun rukyatul hilal di Muara Bengawan Solo daerah Ujung pangkah masih digunakan ketika rukyatul hilal di awal bulan Romadlon, Syawal dan Dzul Hijjah.
Prof DR Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa Astronomi memandang rukyat dan hisab setara dan bisa saling menggantikan. Hisab dibangun dengan formulasi berdasarkan data rukyat jangka panjang. Sementara rukyat hilal yang sangat tipis dibantu dengan hasil hisab untuk memudahkan mengarahkan pandangan rukyat dan mengklarifikasi hasil rukyat yang meragukan. Astronomi bisa menjembatani rukyat dan hisab, tanpa mempertentangkan dalilnya. Para pengamal rukyat tetap dengan keyakinan dalil rukyatnya. Sementara para pengamal hisab pun bisa tetap dengan keyakinan dalil hisabnya.
Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) juga menjelaskan lebih lanjut bahwa terdapat pertanyaan paling mendasar yang sering mengemuka adalah mengapa harus rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan qamariyah? Rasul hanya memberi contoh, tanpa menjelaskan alasannya. Tetapi secara astronomi, rukyatul hilal sangat beralasan. Hilal adalah bulan sabit pertama yang teramati sesudah maghrib. Itu pasti penanda awal bulan. Malam sebelumnya tidak ada bulan, yang disebut bulan mati (dark moon). Dan sebelumnya lagi terlihat bulan sabit tua pada pagi hari menjelang matahari terbit. Hilal adalah bukti paling kuat telah bergantinya periode fase bulan yang didahului bulan sabit tua dan bulan mati.
Pengembangan yang dilakukan sekarang di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik oleh Pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Gresik saat ini adalah membuat Balai Rukyat ini sebagai tempat penelitian dan pendidikan tentang ke-Falakiyah-an atau ke-Astronomi-an Islam khususnya masyarakat Gresik, hal ini dibuktikan baik masyarakat, instansi, universitas serta pondok pesantren / lembaga pendidikan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri datang ke Balai Rukyat Condrodipo setiap tahun mengalami peningkatan. Program kerja yang disiapkan untuk Balai Rukyat NU Condrodipo saat ini dan di masa akan datang adalah membuat Perpustakaan Falakiyah dan Planetarium yang dilengakapi peralatan yang memadai dan modern untuk saran edukasi dan sekaligus sebagai tempat wisata riligius bagi masyarakat Kabupaten Gresik dan daerah lainnya.
Sampai saat ini pelaksanaan rukyatul hilal di Balai Rukyat Condrodipo tidak hanya ketika menghadapi tiga bulan qamariyah saja. Setiap menjelang awal bulan qamariyah yang berjumlah 12 bulan di balai rukyat tersebut tidak sepi dari para pegiat ilmu falak atau astronomi Islam untuk berlatih dan praktik rukyatul hilal. Rukyat sebagai bentuk pembuktian teori ilmu hisab yang telah dipelajari dan dirumuskan hasil perhitungannya juga bias sebagai koreksi kekurangan teori hisab yang ada sehingga teori hisab bisa lebih dikembangkan dan diperbaiki. Secara nyata Balai Rukyat Bukit Condrodipo selain sebagai salah satu markaz rukyat yang sangat diperhitungkan juga benar-benar sangat bermanfaat dalam pelestarian ilmu astronomi Islam.
*) Anggota Lembaga Falakiyah PCNU Gresik dan Kepala KUA Kec. Duduksampeyan Gresik



