Jakarta, bimasislam—“Zakat itu salah satu pilar demokrasi untuk membangun civil society. Harusnya zakat benar-benar dikelola seperti halnya pajak. Selama ini banyak orang memahami, kalau pajak itu beban, sementara zakat itu menyucikan. Nah hal ini seharusnya zakat dapat didorong lebih maju lagi untuk mendukung pembangunan bangsa”. Demikian dikatakan oleh Bambang Sudibyo, mantan Menteri Keuangan di era Kabinet Indonesia Baru (KIB) jilid I di sela-sela seleksi calon anggota Baznas 2015-2020 di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (2/12).
Lebih lanjut Bambang menegaskan, pengelolaan zakat ke depan melalui Baznas harus lebih dioptimalkan. “Sudah saatnya Baznas menggandeng Ditjen Pajak untuk secara bersama melakukan sosialisasi agar masyarakat mau membayar pajak dan juga membayar zakat. Seluruh sistem kepemerintahan harus mendukungnya agar zakat dapat ditunaikan dengan kesadaran penuh umat Islam. Perlu dilakukan sosialisasi melalui iklan-iklan TV, meskipun mahal tetapi sangat efektif”, imbuhnya.
“Satu hal penting agar pengumpulan zakat berjalan dengan baik, maka presiden harus dimintakan perannya agar zakat di Kementerian/Lembaga dapat digerakkan dengan cepat. Paling tidak, sekretaris negara harus dilibatkan untuk mendorong program perzakatan nasional. Demikian juga para menteri harus diajak kerja sama, khususnya di BUMN-BUMN agar mau mengeluarkan zakatnya”, katanya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



