Jakarta, bimasislam—Dalam rangka untuk membangun kesepahaman pencatatan nikah di lingkungan negara-negara MABIMS, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pencatatan Nikah yang diikuti oleh perwakilan negara anggota MABIMS di hotel Grand Sahid Jaya 24-26 Agustus 2016 (24/7).
Beberapa isu penting yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah: identifikasi berbagai masalah tentang pencatatan nikah berbeda warga negara; dan perumusan Standar Operating Procedure (SOP) yang lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan dokumen pernikahan calon pengantin di luar negeri.
Selain itu, isu lain yang juga dibahas adalah fenomena pernikahan sejenis dan pernikahan beda agama. Dalam paparannya saat pembukaan acara, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan bahwa kedua isu tersebut perlu mendapatkan penanganan serius.
“Kami berharap, selain membahas masalah pencatatan nikah di luar negeri, forum ini juga perlu membahas isu pernikahan sejenis dan beda agama. Karena norma dan aturan yang berlaku di masing-masing negara perlu dijaga”, tegasnya
Lebih lanjut Menag mengatakan, bahwa pernikahan beda agama juga perlu mendapat perhatian sering dengan pertumbuhan demografi yang meluas dan kompleks.
“Kita perlu menghargai para pemeluk agama untuk melaksanaan perkawinan sesuai dengan ajaran yang diyakininya. Hanya saja, pelaksanaan nikah beda agama perlu dicermati, karena tidak ada satu ajaran agamapun yang membolehkan perkawinan beda agama. Sehingga kita perlu mengawal masalah ini, agar tidak terjadi problem-problem di lapangan”, urainya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Duta Besar Negara Brunei Darussalam; Duta Besar Kerajaan Malaysia; Duta Besar Negara Singapura; Delegasi Perwakilan Negara Mabims; Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri; dan perwakilan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah seluruh Indonesia.
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



