Medan, Bimas Islam — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kota Medan pada Minggu (30/11/2025) tidak menghalangi pelayanan pencatatan nikah. Di tengah keterbatasan transportasi akibat terganggunya distribusi pascabencana, Kepala KUA Medan Perjuangan, Ramlan, memilih mengayuh sepeda demi memastikan akad nikah pasangan calon pengantin tetap berlangsung tepat waktu.
Pagi itu, di Jalan Pelita IV No. 03, pasangan Dicky Kurnia dan Mia Handayani Dalimunthe menunggu dengan cemas. Dalam kondisi kota yang tidak menentu, mereka hanya berharap penghulu dapat hadir sesuai jadwal. Di sisi lain, Ramlan menghadapi situasi sulit: kendaraan dinas dan pribadinya tidak dapat digunakan karena tidak tersedianya BBM.
Tidak ingin menunda pelayanan, Ramlan memutuskan menggunakan sepeda untuk menempuh perjalanan beberapa kilometer menuju lokasi akad. “Masyarakat berhak mendapatkan layanan terbaik. Tugas pencatatan nikah ini adalah ibadah, dan kami tidak boleh menunda kebahagiaan sepasang calon pengantin hanya karena kami kehabisan bensin,” ujarnya kepada wartawan.
Keputusan tersebut disambut haru oleh keluarga calon pengantin. Mia mengaku tidak menyangka penghulu akan tetap hadir dengan segala keterbatasan akses transportasi. “Ini benar-benar di luar dugaan. Situasi BBM sedang sulit, tapi Pak Ramlan datang tepat waktu dengan sepeda. Kami merasa sangat dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Aksi Ramlan juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama. Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen pelayanan publik yang seharusnya menjadi standar bagi seluruh petugas KUA.
“Apa yang dilakukan Pak Ramlan adalah contoh nyata bahwa pelayanan KUA harus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun. Komitmen seperti ini memperkuat kepercayaan publik dan menunjukkan bahwa petugas kita bekerja bukan sekadar menggugurkan tugas, tetapi mengemban amanah,” kata Zayadi.
Meski sederhana, tindakan Ramlan mengayuh sepeda menembus kemacetan dan antrean kendaraan tersebut menjadi pengingat bahwa layanan publik sesungguhnya bertumpu pada integritas dan tanggung jawab. Berkat dedikasi itu, akad nikah Dicky dan Mia berlangsung khidmat, tanpa tertunda oleh kendala teknis di tengah situasi darurat BBM.
Fn/Mr



