Palangkaraya, bimasislam— Cerita heroik para penyuluh dan penghulu dalam pengabdian tergambar jelas saat bimasislam melakukan kunjungan ke Provinsi Kalimantan Tengah, 21-23 Juni yang lalu dalam rangka Workshop Program Penerangan Agama Islam. Sebanyak 50 orang dari 14 Kabupaten/Kota se Provinsi Kalteng hadir sebagai peserta aktif.
Dalam sambutannya, Kepala kantor Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, Drs. H. Jawahir Tantowi, M.Si menjelaskan, bahwa Kalimantan Tengah merupakan daerah dengan ketersediaan penyuluh agama Islam PNS yang masih sangat minim, yaitu berjumlah 65 orang, ditambah dengan Penyuluh Agama Islam honorer. Sementara wilayah pengabdian yang begitu luas dan medan yang cukup berat mengharuskan para penyuluh berjibaku guna mencapai sasaran dakwah.
“Para penyuluh kami di sini harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer dengan jalan kaki dan melewati sungai untuk memberi pelayanan ummat. Apalagi jumlah mereka belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah ummat, tentu ini semakin menambah berat tugas pengabdiannya,” tuturnya.
Pada saat yang bersamaan, Jawahir menambahkan, ketersediaan organisasi KUA yang representatif masih jauh dari harapan. Ia menggambarkan, mayoritas kepala KUA bekerja sebagai pemain tunggal, alias hanya sendiri dan tak memiliki staf. Ia mencontohkan, di Kabupaten Katingan dari 11 KUA yang ada, hanya 1 KUA yang memiliki staf. Sisanya adalah pemain tunggal.
“Baik Penyuluh Agama Islam maupun KUA berada di garis terdepan dalam pengabdian. Walau masih terdapat kekurangan di sana sini, insya Allah kami tetap berkomitment tinggi dalam pengabdian. Fakta menunjukkan, tingkat toleransi dan ukhuwah ummat sangat tinggi. Ini menandakan bahwa para stakeholders kami telah bekerja secara optimal,” pungkasnya. (kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



