Pekanbaru, bimasislam— Selama kunjungan kerja ke Kanwil Kemenag Provinsi Riau, ada hal yang menarik perhatian bimasislam. Seperjalanan dari Hotel ke Kanwil, persis di tengah kota Pekanbaru terdapat Masjid besar yang sangat luas dan asri. Itulah Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau.
Lokasinya yang berada di pusat Kota Pekanbaru, masjid ini menjadi ikon Kota Pekanbaru dan kebanggaan masyarakat muslim Riau. Dibangun di atas tanah 11,25 Ha, ia telah menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat Pekanbaru.
Hampir tiap hari ramai dikunjungi masyarakat sekitar dan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Mereka hadir bukan hanya untuk kepentingan ibadah shalat dan acara keagamaan lainnya. Ada juga di antara mereka yang tiap pagi datang sekedar jogging dan jalan-jalan. Dalam pantauan bimasislam, ada juga yang menikmati keindahan suasana masjid sambil berfoto bersama atau selfi dengan latar belakang bangunan masjid.
Dalam kesaksiannya saat wawancara santai di Sekretariat Pengurus Masjid An-Nur, H. Sukmadi Mukmin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris menceritakan sejarah masjid ini. Ide pembangunan dicetuskan pertama kali oleh Gubernur Provinsi Riau kedua, Kaharuddin Nasution, pada tahun 1962 dalam rangka melengkapi infrastruktur perkotaan saat itu.
Diresmikan pemakaiannya pada tanggal 19 Oktober 1968 M, bertepatan dengan 27 Rajab 1388 H, oleh Gubernur Riau saat itu Arifin Ahmad, ceritanya. Bangunan yang indah dan asri sekarang ini merupakan hasil renovasi secara bertahap dimulai tahun 2002 oleh Gubernur Riau Saleh Djasit. Kegiatan utama renovasi tersebut dapat diselesaikanpada tahun 2006 semasa Gubernur Rusli Zainal. Akhirnya, diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 Agustus 2007 M/27 Rajab 1428 H, bertepatan dengan Ulang Tahun Emas Provinsi Riau ke-50.
Bangunan masjid terdiri dari dua lantai. Lantai dua (atas) dipergunakan untuk ruang shalat, sedangkan lantai satu (bawah) diperuntukkan sebagai ruang serbaguna, ruang perpustakaan, juga ruang belajar PDTA dan TK. Di luar gedung masjid, di sebelah Utara ada gedung untuk Baznas Provinsi dan Radio Komunitas An-Nur, sebelah Selatan terdapat Sekretariat Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid An-Nur, sedangkan di sebelah Barat berdiri Gedung SDIT An-Nur. Pas pintu masuk, terdapat Kolam Ikan yang menghiasi keindahan masjid ini.
Masjid ini memiliki empat menara di setiap sudutnya, yang tampak tinggi menjulang dilihat dari kejauhan. Saat ditanya, Sukmadi menjelaskan bahwa keberadaan menara itu mencerminkan empat sahabat Khulafaur Rasyidin yang mendukung dakwah Rasulullah Saw.Secarateknis pengelolaan Masjid An-Nur didukung oleh 82 orang pegawai, yang terdiri dari Pengurus Harian, Pegawai, Guru, Satpam, juga office-boy. (Edijun/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



