Yogyakarta, bimasislam— Radikalisme agama merupakan masalah penting yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut disebabkan karena sifatnya yang mendesak dan berakibat langsung pada kerukunan hidup intra dan antar umat beragama.
Menanggapi hal tersebut, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama menggelar kegiatan Saresehan Penanggulangan Radikalisme Berbasis Agama, di hotel Eastparc Yogyakarta, Selasa (4/8/2015).
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Machasin, mengatakan agenda ini diselenggarakan sebab agama saat ini acapkali menjadi komoditas dalam pemberitaan di media massa, terutama yang berhubungan dengan fundamentalisme, terorisme, dan paham radikalisme. Menurut Machasin, dalam menekan paham radikalisme diperlukan peran dari para tokoh agama yang berhubungan langsung ke masyarakat.
“Tetapi, seringkali orang tidak begitu memperhatikan suara tokoh agama,” kata mantan Kepala Badan Litbang Kemenag itu.
Dikatakan Machasin, ada tiga hal yang membuat seseorang terjerumus ke dalam radikalisme agama. Pertama, masyarakat lebih percaya berita atau tulisan isntan di internet tanpa sumber yang jelas. Kedua, paham radikal rentan merasuki anak-anak muda yang tengah mencari jati diri.
"Mereka tengah mencari pegangan, dan kurang mendapat bimbingan yang benar. Maka dari itu pendampingan dari orangtua atau tokoh agama sangat perlu," tambahnya.
Machasin melajutkan, paham radikal juga dapat terjadi karena peran tokoh agama yang diikutinya, atau dari buku yang dibaca “Saat ini nampaknya memang ada usaha untuk menyebarkan paham radikal,” terang Machasin.
Oleh karena itu Ditjen Bimas Islam juga terus berupaya memberikan bimbingan melalui sebaran para penyuluh agama di seluruh daerah di Indonesia, yang secara rutin memberikan bimbingan keagamaan di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama juga secara intensif menjalin kemitraan dengan ormas-ormas Islam, publikasi dakwah dengan muatan yang menyejukan, pelestarian kesenian dan budaya keagamaan yang menghargai kearifan lokal, bimbingan syariah, pembinaan manajemen masjid, keluarga sakinah, dan seterusnya, sebagai upaya melahirkan kehidupan beragama yang rukun dan harmonis. (ibnu/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



