Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama memberikan penghargaan kepada 10 satuan kerja (satker) berprestasi atas capaian Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Program Ditjen Bimas Islam Tahun 2025. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya satker dalam mengelola anggaran secara efektif, akuntabel, dan selaras dengan target program. Menurutnya, capaian kinerja anggaran tidak hanya dilihat dari penyerapan, tetapi juga dari kesesuaian dengan perencanaan dan dampak program.
“Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras satker dalam memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk mendukung capaian program dan pelayanan keumatan,” ujar Lubenah pada Rakernas Ditjen Bimas Islam Tahun 2026.
Ia mengatakan, evaluasi kinerja anggaran menjadi instrumen penting untuk memastikan belanja negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, Ditjen Bimas Islam mendorong seluruh satker untuk menjadikan capaian kinerja sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
“Nilai kinerja anggaran menjadi cerminan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program. Ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menekankan perencanaan berbasis dampak,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun Ditjen Bimas Islam, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan nilai kinerja anggaran 92,18, disusul Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo dengan 91,88, dan Kanwil Kemenag Provinsi Aceh dengan 91,20.
Sementara itu, Kanwil Kemenag Provinsi Papua dan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara juga masuk dalam daftar 10 besar satker berprestasi dengan nilai masing-masing 91,20 dan 90,99. Capaian ini menunjukkan konsistensi kinerja satker wilayah dalam mengelola program Ditjen Bimas Islam sepanjang 2025.
Kategori kantor kabupaten/kota juga menunjukkan capaian positif. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli (Bali) mencatat nilai 98,21, Kantor Kemenag Kabupaten Toraja Utara (Sulawesi Selatan) meraih 97,98, dan Kantor Kemenag Kota Pekalongan (Jawa Tengah) memperoleh 97,94.
Selain itu, Kantor Kemenag Kabupaten Musi Rawas Utara (Sumatera Selatan) dan Kantor Kemenag Kabupaten Simalungun (Sumatera Utara) masing-masing mencatat nilai 97,39 dan 97,35, melengkapi daftar 10 satker dengan kinerja anggaran tertinggi.
Lubenah menjelaskan, capaian tersebut diharapkan menjadi contoh praktik baik bagi satker lainnya. Ditjen Bimas Islam, kata dia, akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran semakin merata di seluruh daerah.
“Kami berharap capaian ini tidak berhenti pada angka, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pembinaan umat,” ujar Lubenah.
Ia juga menekankan bahwa Rakernas Ditjen Bimas Islam Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan anggaran yang transparan dan bertanggung jawab, terlebih di tengah tantangan fiskal dan dinamika sosial yang terus berkembang.
“Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap rupiah anggaran harus dikelola secara amanah dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



