Jakarta, bimasislam—Berkurban merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang Allah berikan kepada hambaNya yaitu dengan menyisihkan sebagian harta untuk berkurban kepadaNya. Berbagai persiapan dilakukan masyarakat untuk hal itu, seperti penyiapan dana, pembentukan panitia pelaksana, melengkapi sarana dan prasarana serta hal-hal lain yang mendukung kegiatan penyembelihan. Idul Kurban sudah menjadi hajat tahunan bagi masyarakat muslim Indonesia. Oleh karena itu perlu peningkatan kualitas pelaksanaan dari tahun ke tahunnya.
Dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pembekalan Tenaga Penyembelihan Hewan Kurban yang telah dilakukan sebelumnya. Bimas Islam menurunkan 20 petugas pengawas untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk penyembelihan hewan kurban pada hari raya idul adha 1436 H ini. Pengawasan dilakukan bersama dengan Tim Pemantau dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian pada 24 September 2015.
Pengawasan meliputi aspek syariah, dimana mencakup standar hewan yang disembelih, tenaga penyembelih, alat penyembelihan, proses penyembelihan dan penanganan setelah penyembelihan. Dari pengawasan yang dilakukan masih ditemukan cara penyembelihan yang belum sesuai syariah, termasuk kontaminasi najis pada daging kurban pasca penyembelihan. Kesalahan-kesalahan dimaksud lebih banyak disebabkan karena kompetensi tenaga penyembelih yang tidak sesuai dan pengetahuan panitia yang minim dalam penyembelihan hewan kurban. Permasalahan-permasalahan tersebut harus diatasi agar penyembelihan mampu menghasilkan daging yang halal dan baik.
Tim Bimas Islam mencatat perlu ditingkatkan bimbingan terkait penyembelihan hewan kurban bagi juru sembelih, tukang jagal dan panitia kurban. Terutama bimbingan dapat difokuskan pada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang selama ini telah menjadi sentral penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban di masyarakat. Begitu juga dengan peningkatan peran penyuluh agama dalam mensyiarkan edukasi penyembelihan hewan kurban sesuai aspek syariah.(lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



