Oleh:
Sigit Kamseno*
Merujuk data media monitoring, pemberitaan terkait fungsi Bimas Islam sepanjang 2021 terpantau fluktuatif. Pemberitaan tersebut mencapai 65.296 data di lebih dari 9.000 media yang terjangkau. Puncak ekspos terjadi pada bulan April dengan 11.118 data. Pemberitaan di Bulan April didominasi oleh topik “Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadan di Masa Pandemi” (38,7%); “Hasil Sidang Isbat Awal Ramadan 1442 H” (31,4%); dan “Lokasi Pantauan Hilal di Seluruh Indonesia” (15%). Data tersebut cukup menarik, sebab keputusan Kemenag untuk menerbitkan Panduan Ibadah di Bulan Ramadan pada Masa Pandemi rupanya mendapat atensi lebih tinggi ketimbang hasil Sidang Isbat itu sendiri.
Sepanjang 2021, berita dengan sentimen positif sangat dominan. Dari 65.296 data, sebanyak 59.375 di antaranya bersentimen positif, 4.779 netral, dan 1.142 data bersentimen negatif. Kendati tidak signifikan, framing berita dengan sentimen negatif tidak boleh luput dari perhatian. Di era informasi seperti saat ini, berita-berita itu merupakan referensi penting untuk merumuskan strategi kebijakan ke depan. Contoh berita bersentimen negatif di tahun 2021 antara lain (a) sejumlah penyuluh agama diduga terpapar radikalisme; (b) pencurian buku nikah di Yogyakarta dan Jambi; juga (c) berita Lembaga Amil Zakat yang diduga terkait tindak terorisme.
Dari perspektif cakupan layanan, topik seputar Penyuluh Agama Islam berada di urutan pertama dengan raihan 8.863 data. Isu cukup penting terkait penyuluh di tahun 2021 antara lain seputar topik (a) Kementerian Agama terjunkan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk edukasi penganut Hakekok Balakasuta di Pandeglang, Banten; (b) Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag terjunkan 50 ribu penyuluh agama di tengah melonjaknya kasus Covid-19 untuk edukasi masyarakat; serta (c) Kementerian Agama kerahkan tenaga penyuluh untuk menjadi relawan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 sebagai respons minimnya tenaga pemulasaraan.
Sementara itu, topik seputar fungsi kemasjidan berada di posisi kedua dengan jumlah berita terjaring mencapai 5.897 data. Pemberitaan seputar kemasjidan antara lain berkaitan dengan topik: (a) Syaikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) memberikan hadiah kepada Indonesia berupa pembangunan Masjid Raya Syaikh Zayed di Solo, Jawa Tengah. Untuk itu, Kementerian Agama akan menyiapkan program pemberdayaan di masjid tersebut; (b) Pelaksanaan ibadah salat Jumat secara berjamaah di Masjid ditiadakan di beberapa daerah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19; dan (c) Kementerian Agama mengguyur bantuan senilai Rp 6,9 miliar untuk membantu operasional masjid dan musala yang terdampak pandemi Covid-19.
Data media monitoring menurut sumber berita juga menunjukkan capture yang cukup menarik. Situs Kompas.com bertengger di posisi enam untuk kategori website paling rajin memuat isu kebimasislaman. Sepanjang 2021, Kompas menayangkan 716 berita bersentimen positif, 36 berita bersentimen netral, dan 12 berita dengan sentimen negatif. Lima website di atas Kompas seluruhnya—tentu saja—adalah portal internal Kemenag. Berturut-turut yaitu website Bimas Islam, Kemenag Riau, Kemenag Sulsel, Kemenag Kepri, dan Kemenag Kalsel.
Analisis media monitoring Bimas Islam juga mengklasifikasi persentase berita menurut nama provinsi. Pada level Top 3, “Aceh” menjadi kata dengan mention terbanyak sepanjang tahun 2021 dengan persentase mencapai 9,3%. Menyusul Riau (6,8%) dan Sulawesi Selatan (5,9%) di urutan kedua dan ketiga. Dalam konteks ini, tidak berarti website Kemenag di Aceh memproduksi berita lebih banyak di banding provinsi lain. Aceh, sebagai istilah geografis pada konteks ini lebih merujuk pada “kata yang sering dimention” di berbagai berita yang beririsan dengan fungsi Bimas Islam.
Data media monitoring juga menunjukkan nama Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin sebagai top person pemberitaan sepanjang 2021 dengan 5.091 ekspos. Pada urutan kedua, nama Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoumas diekspos sebanyak 4.042 kali di media menurut fungsi Bimas Islam. Tentu saja, nama Gus Men secara keseluruhan jauh lebih tinggi jika memasukkan keywords menurut fungsi lain seperti pendidikan Islam, haji-umrah, dan fungsi lain di luar Bimas Islam. Menyusul di posisi tiga hingga lima terdapat nama Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar (982); Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, alm. Agus Salim (844), serta Wakil Menteri Agama KH Zainut Tauhid Sa’adi (606). Berturut-turut di bawahnya terdapat nama Direktur Penais Syamsul Bahri (571), Dirzawa Tarmizi Tohor (553), dan Dir.Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muhammad Adib (426).
Hastag dan keyword terpopuler selama 2021 didominasi oleh fungsi Kantor Urusan Agama. Kata “KUA” menjadi kata paling banyak disebut di media online dalam topik-topik yang berkaitan dengan fungsi kebimasislaman. Sementara tagar #revitalisasiKUA dan #revitalisasiKantorUrusanAgama dominan disematkan di berbagai platform media sosial. Data ini cukup menggembirakan mengingat Revitalisasi KUA merupakan program prioritas Menteri Agama.
Analisis media monitoring juga memberi rekomendasi penguatan bagi kerjasama lintas sektor, terutama terkait kasus perkawinan di bawah umur. Berita dengan topik ini mendapat atensi media pada Juli 2021. Data pada Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2021 saja, terdapat 30.071 orang menikah di bawah usia 19 tahun, dimana lebih dari 25 ribu di antaranya adalah perempuan. Untuk itu, penguatan kerjasama dan eksekusi program strategis dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan berperan signifikan untuk mencegah perkawinan di bawah umur.
Seperti pada 2021, di tahun 2022 ini Bimas Islam terus memonitor pergerakan data di media terkait isu-isu kebimasislaman secara periodik dalam format weekly report. Awareness terhadap laporan rutin ini menjadi penting sebagai rujukan dalam merumuskan strategi publikasi program Bimas Islam di media. Diharapkan, kualitas dan kuantitas publikasi terus meningkat sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas kinerja Bimas Islam kepada publik.
Salam.
*Pranata Humas Ahli Muda, Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI



