Jakarta, bimasislam— Dalam rangka untuk memasyarakatkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, dhi. Direktorat Urais dan Binsyar menyelenggarakan program Sosialisasi Undang-undang Jaminan Produk Halal kepada para Chef dan juru masak di Arena Agro & Food Expo 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta (14-17/5).
Dalam acara tersebut juga dilakukan beberapa Talkshow terkait dengan jaminan produk halal dan gerakan masyarakat sadar halal. Beberapa narasumber yang dihadirkan diantaranya adalah Direktur Urais dan Binsyar, Muchtar Ali, Direktur Halal Thayyib Center, Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Sukoso, dan Kasubdit Pangan Halal, Siti Aminah. Dalam acara tersebut juga dibagikan beberapa souvenir menarik kepada para pengunjung stand pameran Halal.
Pada sesi ketiga disampaikan oleh Sukoso dengan tema menarik, Pentingnya Halal Thayyid pada Pangan. Materi diantarkan oleh moderator, Thobib Al-Asyhar. Tema makalah yang disajikan diberikan judul: Halal Thayyib: A Premium Quality. Menurut ahli pangan ini menyatakan bahwa masalah makanan dan minuman sebagai hal yang pokok dalam kehidupan manusia. Dari makanan dan minuman akan membentuk pertumbuhan sel dan seluruh jaringan tubuh, yang sangat mempengaruhi dalam sikap dan perilaku manusia.
“Masalah makan dan minum itu bukan soal nutrisi, tetapi juga masalah nasib kita di dunia dan di akhirat kelak. Ia berhubungan dengan akidah, dan sistem hidup manusia sejak dari pra konsepsi hingga kematian tiba”, tegasnya.
Lebih lanjut ahli yang sering seminar dan konferensi di berbagai dunia ini mengatakan bahwa orang Indonesia termasuk negara yang lemah secara fisik dikarenakan makanan yang dikonsumsi.
“Dari jumlah penduduk sebanyak sekitar 250 juta orang, masih kalah dengan Singapura yang hanya berpenduduk 4 jutaan saat Asian Games beberapa tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa orang Indonesia ada yang salah terhadap makanannya. Bidang sepok bola misalnya, Indonesia hanya bisa menonton dan tukaran atau berantem gara-gara bola, dan nyaris tidak pernah menggemgam juara. Ini ada apa? Karena kita tidak peduli dengan makanan”, ujarnya.
Seharusnya, imbuhnya guru besar yang memiliki hubungan dengan sejarah panjang sertifikasi halal di Indoensia ini, bahwa banyak orang yang yang suka ngemil, makan tidak teratur, dan malas berolah raga.
“Banyak dari kita yang di hari tuanya sakit. Ini bukan soal anak harus berbaksi kepada orang tua mereka, tetapi orang tuanya lah yang tidak disiplin dalam mengkonsumsi makanannya, sehingga secara fisik mereka lemah”, tutupnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



