Kuala Lumpur, bimasislam— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) mengutus pegawai mudanya, Sigit Kamseno yang mendapat kehormatan sebagai panel jemputan (narasumber) pada acara Konvensyen Pemimpin Mahasiswa Islam Nasional atas undangan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM). Acara yang digelar pada 14-15 Maret itu juga menghadirkan tokoh-tokoh muda Malaysia yang sedang populer, seperti Jufriti Joha, Fadly Aziz, dan Sayyed Munawar Sayyed Mustar.
Dalam acara bertajuk “Pemimpin Muda, Kredibiliti atau Populariti” itu, Sigit Kamseno yang juga merupakan kontributor di sejumlah media Islam itu menyampaikan pentingnya pemuda memiliki cara pandang yang visioner, out of the box, analitis, independen, tak mudah terbawa arus, dan memiliki hati yang lapang sebagai calon pemimpin. Hati yang lapang, ujar pria yang aktif sebagai pengurus komunitas One Day One Juz itu, menjadi penting karena calon-calon pemimpin akan mendapatkan banyak kritik dalam kepemimpinannya. “jadikanlah hatimu lapang, selapang padang rumput. Sekalipun di sana ada gajah, jerapah, harimau, dan sebagainya, tapi padang rumput itu akan tetap luas. Tetapi jika hatimu sempit, sesempit kamar-kamar tidur, jangankan jerapah, seekor ayam sudah bisa membuat hidupmu menjadi sesak. Luaskan hatimu, luas seluas lautan. Sekalipun sampah-sampah masuk melalui muara, air laut itu tetap bening. Tetapi jika hatimu sempit, sesempit air di dalam gelas, jangankan sampah dari sungai, setetes tinta sudah bisa membuat ia menjadi keruh. Masalah sesungguhnya bukan terletak pada masalah itu sendiri, tapi ada pada bagaimana cara kita menyelesaikan masalah.” paparnya.
Pada kesempatan itu, pelaksana pada Subbag Sistem Informasi, Sekretariat Bimas Islam itu juga menyampaikan pesan mengenai bahaya sikap ekstrim dalam beragama. “ektrimisme dalam beragama bertentangan dengan ajaran semua agama” tegasnya. Hal itu disampaikan terkait maraknya ideologi yang disebarkan oleh kelompok ISIS yang menjadi perhatian khusus JAKIM di Malaysia. Untuk membendung arus radikalisme itu, pria 30 tahun yang hobi mendaki gunung itu berpesan agar selain gemar membaca, juga perlu berguru kepada para ulama yang arif dan bijaksana.
Mengapresiasi pegawainya yang menjadi pembicara di forum luar negeri, Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian, Sekretariat Ditjen Bimas Islam, Eddy Mawardi turut berbangga. “Prestasi saudara Sigit merupakan kebanggaan bagi Ditjen Bimas Islam, karena bisa mewakili pemuda untuk berbicara di forum internasional terkait Pemimpin Mahasiswa Islam. Ditjen Bimas Islam memberikan apresiasi terhadap prestasi yang didapat, dengan adanya prestasi ini diharapkan mampu menjadi pemacu motivasi dan contoh bagi seluruh pegawai di Ditjen Bimas Islam untuk terus berkarya dan berprestasi” ujar pria berkacamata itu. Acara forum pemuda itu sendiri diikuti oleh 250 pemimpin mahasiwa dari sejumlah perguruan tinggi di Malaysia. (fehmi/Foto:jakim)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



