Jakarta, bimasislam-- Pembinaan pegawai merupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia yang diarahkan untuk peningkatan kualitas dalam pencapaian tujuan organisasi. Pembinaan disasar terhadap peningkatan kualitas kinerja, kedisiplinan, etos kerja dan kepribadian pegawai. Pegawai diharapkan memiliki karakter mulia yang dapat memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.
Dalam hal ini pembinaan pegawai menjadi bagian penting dalam menciptakan pegawai dan pribadi yang berkualitas. Pembinaan mental dan rohani bagi pegawai merupakan upaya dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah swtsebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Oleh karena itu Ditjen Bimas Islam, dalam hal ini Sekretariat Ditjen Bimas Islam selenggarakan pembinaan pegawai dengan tema “Revolusi Mental Dalam Kacamata Shirah (Menapaki Jejak Rasulullah saw)” pada 21 Desember 2015 di Masjid Al Ikhlas Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin No. 6 Jakarta.
Kegiatan diikuti oleh 290 peserta yang merupakan pegawai dari 5 unit eselon II di lingkungan Ditjen Bimas Islam. Narasumber pada kesempatan tersebut, dari tokoh ulama, Didin Hafidhuddin dan Itjen Irwil II Kemenag RI, Maman Saefullah.
Didin Hafidhuddin mengangkat bahasan tentang revolusi mental dalam perubahan pola pikir, dimana sikap dan perilaku ini bersifat nyata melalui aksi-aksi didalam masyarakat sebagai gerakan yang melibatkan penyelenggara dan seluruh masyarakat. Dalam hal ini dengan meneladani akhlak Rasulullah saw, tentunya akan menjadi solusi kita dalam berbuat. Intinya perbuatan-perbuatan nyata diperbanyak, didukung penegakan hukum dan aturan agar menjadi kebiasaan dan membentuk karakter baru berbasis integritas, etos kerja dan gotong royong.
Mantan Ketua Baznas ini juga mengulas pentingnya memperhatikan kehalalan apa yang dimakan. Baik dari segi cara mendapatkan maupun zatnya. Sebagai aparatur negara, kemungkinan atau peluang mendapatkan harta dengan cara-cara yang tidak halal bisa saja terjadi. Tetapi disinilah pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah swtagar terhindar dari hal-hal yang demikian. Termasuk dari kandungan zatnya, marilah kita semakin memperhatikan apa yang kita makan. Telusurilah terlebih dahulu kehalalannya. Makan bukanlah sekedar aktififas pemenuhan kebutuhan lahiriah saja, tetapi makan juga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan batiniah kita.
Lebih lanjut Didin mengajak umat agar menggiatkan dakwah di bidang pangan halal dan akhlak, karena keduanya mempunyai kaitan yang tidak bisa dipisahkan. Jika apa yang dikonsumsi halal lagi baik maka baik pulalah perilaku kita, tetapi sebaliknya jika yang dikonsumsi tidak halal maka buruk jugalah perilakunya.
Sedangkan Maman Saefullah mengulas tentang peningkatan kinerja pegawai berbasis kedisiplinan. Manfaat kedisiplinan tidak hanya membuat pegawai tertib dan teratur dalam menjalani kehidupannya, tetapi juga akan membangun kepribagian yang kokoh dan beraklhlak mulia. Pribadi yang berkualitas tentunya akan ikut meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. (ladyY/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



