Serang, Bimas Islam — Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten resmi dibuka di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, Serang, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur'an sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Nasional sekaligus Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan sarana untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an saja tidak cukup, tetapi harus disertai upaya memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Menag, Al-Qur'an harus menjadi pedoman dalam membangun karakter dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehingga ajarannya benar-benar membumi di tengah masyarakat.
"MTQ sudah berumur lebih dari 50 tahun. Ini merupakan salah satu cara pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an melalui musabaqah atau perlombaan, sehingga masyarakat semakin memahami dan mengamalkan kandungannya," ujar Abu Rokhmad.
Menurutnya, Al-Qur'an harus menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara moral dan spiritual.
"Nilai-nilai Al-Qur'an harus menjadi kekuatan dalam membangun kualitas masyarakat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga moral dan spiritual," katanya.
Abu Rokhmad juga mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten bersama LPTQ Banten dalam menyiapkan penyelenggaraan MTQ secara berjenjang. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan kesungguhan Banten dalam menguatkan identitasnya sebagai provinsi yang religius.
"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan MTQ Provinsi Banten beserta seluruh dukungannya. Banten akan benar-benar menjadikan diri sebagai provinsi yang diakui religius dan mengedepankan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan MTQ merupakan agenda strategis daerah sekaligus sarana syiar Islam yang berkontribusi terhadap pembangunan karakter masyarakat.
"MTQ menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menilai MTQ juga berperan dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kualitas moral dan spiritual. "MTQ adalah bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas secara moral dan spiritual. Melalui MTQ, kita ingin menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," katanya.
Andra berharap MTQ tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur'an.
"MTQ harus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat Qurani yang membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an," pungkasnya.
Ketua LPTQ Provinsi Banten, Deden Apriandi, melaporkan bahwa MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten diikuti 477 peserta yang berasal dari delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Menurut Deden, pelaksanaan MTQ didukung 144 dewan hakim. Pembukaan MTQ juga dimeriahkan defile yang melibatkan lebih dari 20.000 peserta. "MTQ berlangsung pada 6–9 Juli 2026 dengan mengusung tema 'Mewujudkan Masyarakat Banten yang Qurani, Menuju Banten yang Maju, Adil, dan Tidak Korupsi'," pungkasnya.
Mwr/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



