Jakarta, bimasislam— Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) telah dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Munas yang mengusung tema Revitalisasi Status LPTQ dalam Mensukseskan Penyelenggaraan MTQ dan STQ ini akan beralangsung hingga 29 Oktober mendatang.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengatakan bahwa MTQ ke XXVI di NTB telah turut berperan dalam mendorong revolusi mental seiring diberlakukannya e-MTQ.
Dikatakan Menag, dalam MTQ tersebut, penerapan nilai-nilai integritas, transparansi, kejujuran, dan partisipasi publik sangat terasa. "Tentu saja, ini juga atas partisipasi LPTQ di seluruh Provinsi," tandas Menag, Kamis (27/10).
Ditambahkan Lukman, MTQ Nasional yang dilaksanakan 2 tahun sekali itu juga terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya cabang dan golongan yang diperlombakan, serta meningkatnya jumlah peserta utusan daerah yang berpartisipasi.
Selain menyelenggarakan MTQ Nasional, LPTQ juga mengikursertakan Qori/ah dan Hafiz/ah sebagai delegasi Indonesia pada MTQ Interansional sebagai sarana mempererat hubungan kerjasama antar negara sahabat. Dikatakan Menag, MTQ Internasional merupakan media soft dilpomacy untuk mempromosikan Islam rahmatan lil alamin pada forum Internasional.
"AlhamdulillahKementerian Agama tahun 2016, telah mengutus sejumlah peserta MTQ Internasional dan telah meraih juara, seperti di Turki juara I, Iran Juara II dan III, Thailand juara II dan III, Mesir juara III dan di Malaysia juara II dan III," kata Menag.
Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam Machasin dalam laporannya menyampaikan bahwa Munas LPTQ dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam pernyelenggaraan MTQ dan STQ yang rutin dilaksanakan.
"Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam sebagai leading sector penyelenggaraan MTQ dan STQ berperan besar dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ dan STQ, baik sukses penyelenggaraan, syiar, prestasi, Pembiayaan, dan tentunya sukses dalam pelaporan," tegas Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam UIN Yogyakarta itu.
(sigit/arief/mkd/pinmas/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



