Kualalumpur, bimasislam--“Zakat bukan hanya mendekatkan hubungan orang kaya dan miskin, tapi juga mendekatkan hubungan antarbangsa dan negara. Di negara kami, pengelolaan zakat menjadi tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat. Zakat dan wakaf diakui sebagai sektor sosial ekonomi dan keuangan syariah yang diproyeksikan menjadi arus baru ekonomi Indonesia. Perkembangan zakat Indonesia ikut mewarnai perkembangan zakat dunia, seperti adanya Zakat Core Principles (ZCP) karya kolaboratif Bank Indonesia, BAZNAS dan working group IDB, juga ditandai adanya Indeks Zakat Nasional, Standar Audit Kepatuhan Syariah Lembaga Zakat, dan lain-lain. Atas nama pemerintah Republik Indonesia kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada negara serumpun Malaysia atas penyelenggaraan Bulan Zakat Kebangsaan dan Seminar Pembangunan Asnaf Serantau yang berlangsung dengan meriah dan berkesan ini.” demikian M. Fuad Nasar, Plt. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama dalam pidato pembentangan (pemaparan makalah) pada sesi “Perkongsian Program Pemerkasaan Asnaf: Pengalaman Indonesia” di forum Bulan Zakat Kebangsaan dan Seminar Pembangunan Asnaf di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/11).
Sambutan Bulan Zakat Kebangsaan merupakan program tahunan Jabatan Wakaf, Zakat dan Haji (JAWHAR) Malaysia dengan kerjasama Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Majlis Agama Islam Negeri, Agensi Mengurus Zakat, dan agensi-agensi kerajaan lain yang berkaitan di negara setempat. Kegiatan bertema “Bersama Membangun Asnaf Serumpun” dilaksanakan dari tanggal 23 – 24 November 2017 M/ 4 – 5 Rabiul Awwal 1439 H di Gedung Dewan Muktamar Pusat Islam Kuala Lumpur.
Agenda kegiatan yang digelar meliputi Sesi Bicara Mufti, Anugerah Zakat Kebangsaan 2017, Sesi Bicara Asnaf, dan Sesi Bicara Ilmuwan. Para delegasi juga melakukan lawatan ke Institut Kemahiran Baitulmal, Institut Profesional Baitulmal MAWIP dan gedung tower wakaf Ahmad Dawjee Dadabhoy yang menjadi tempat kantor Bank Islam di tengah kota Kuala Lumpur.
Perhelatan akbar ini dihadiri delegasi Republik Indonesia (yaitu Plt Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI), Brunei Darusalam (Haji Hamzah Bin Haji Sabtu, Penolong Setiausaha Majlis Ugama Islam Brunei dan anggota delegasi) dan Singapura (Encik Mohamad Zulfadhli Gazali, Pengurus Unit Strategik Pembangunan Sosial Majlis Ugama Islam Republik Singapura dan anggota delegasi). Empat negara yang diundang adalah yang tergabung dalam kerjasama MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura).
Fuad Nasar yang juga Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) memaparkan, “Zakat adalah sektor sosial dalam lanscap ekonomi dan keuangan syariah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Dalam perspektif pembangunan bangsa, zakat merupakan sarana dan cara Islam untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Zakat instrumen korektif terhadap ketimpangan sosial ekonomi. Pengelolaan zakat di negara Republik Indonesia merupakan tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat. Negara hadir untuk membantu umat Islam dalam mengelola zakat karena negara berkepentingan menjadikan rakyat sejahtera dan terbebas dari kemiskinan.”
Dalam pidatonya Fuad Nasar mensitir ungkapan ulama besar dan pujangga Islam almarhum Prof. Dr. Hamka “Sekiranya kaum Muslimin telah sadar akan guna zakat sebagai salah satu tiang (rukun) Islam dan dipungut serta dibagikan dengan teratur, kita percaya dengan zakat akan bisa membangun Islam yang mulia, Islam yang layak sebagai anutan dari satu bangsa yang merdeka.Mudah-mudahan kita menjadi umat yang sadar.”
Menurut mantan Wakil Sekretaris BAZNAS itu, perkembangan dunia zakat di Indonesia cukup dinamis. Walau lembaga-lembaga filantropi tumbuh berkembang, namun lembaga zakat tetap memiliki eksistensinya dan bertambah banyak jumlahnya. Indonesia telah memiliki standar regulasi Zakat Core Principles yang diadopsi di sejumlah negara (15 negara) dan Indeks Zakat Nasional (IZN) yang dibuat oleh BAZNAS untuk mengukur performance atau kinerja lembaga pengelola zakat. Saat ini sedang disusun Standar Kompetensi Khusus untuk pengurus dan amil zakat, Sekolah Amil Indonesia dan Sertifikasi Amil yang diinisiasi oleh asosiasi lembaga pengelola zakat Forum Zakat (FOZ) dan sejumlah inovasi yang lainnya.”
Kegiatan Bulan Zakat Kebangsaan 2017 dan Seminar Pembangunan Asnaf Serantau dibuka secara resmi oleh Senator Dato’ Dr. Asyraf Wajdi Bin Dato’ Dusuki yang sekaligus Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama). Di area tempat acara yang berdekatan dengan masjid negara Kuala Lumpur digelar pameran zakat dan pemerkasaan asnaf. Peresmian penutupan Jumat pagi (24/11) dilakukan oleh Dato’ Haji Paimuzi Bin Yahya, Ketua Pegawai Eksekutif Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan dan ucapan dari setiap delegasi negara MABIMS.
(bimasislam-mfns).
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



