Jakarta, bimasislam— Seleksi calon anggota BAZNAS Masa Kerja 2015-2020 memasuki tahap kedua setelah seleksi administrasi, yaitu seleksi kompetensi meliputi tes kapabilitas dan kompetensi dimana peserta harus mengikuti tes penulisan essay dan presentasi hasil karya di hadapan Tim Seleksi. Kegiatan dilaksanakan di hotel Jayakarta, Jl. Hayam Wuruk 126, Jakarta hingga hari selasa yang diikuti oleh 55 orang peserta (17/11). Sedangkan tahap berikutnya adalah assesmen psikologis dari lembaga independen yang akan dilakukan secara terpisah.
Menurut panitia seleksi Muhammad Fuad Nasar, penulisan essay disiapkan oleh Tim Seleksi dengan 5 (lima) pilihan tema, yaitu: BAZNAS sebagai pelopor pelaksanaan Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat; Pemanfaatan Zakat untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Umat; Strategi Mengatasi Kesenjangan antara Potensi dan Realitas Zakat secara Nasional; Strategi Meningkatkan Kepercayaan Publik kepada BAZNAS; Mendorong Partisipasi Kementerian dan Lembaga serta Masyarakat dalam Mendukung Program Zakat. Menurut Fuad, peserta diminta untuk memilih salah satu tema yang dituangkan dalam penulisan manual (tulis) di atas kertas yang disediakan oleh panitia untuk kemudian dipresentasikan di hadapan Tim Seleksi sesuai jadwal yang telah disiapkan.
Berdasarkan catatan panitia, seluruh peserta yang mendaftar sebanyak 97 (sembilan puluh tujuh) orang, dan yang dinyatakan lulus seleksi tahap berikutnya sebanyak 68 (enam puluh delapan) orang. Pada saat seleksi tahap kedua ini sebanyak 13 (tiga belas) orang tidak hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada panitia, sehingga total yang mengikuti seleksi kompetensi sebanyak 55 orang.
Ketika bimasislam menanyakan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi ketidaklulusan secara administrasi, Mohammad Sholeh, salah satu penitia seleksi, menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama, yaitu faktor usia, pendidikan, dan kelengkapan berkas persyaratan.
Dalam catatan bimasislam, diantara para peserta terdapat sejumlah tokoh nasional atau tokoh LAZ yang selama ini dikenal bergelut dalam dunia perzakatan, diantara adalah KH. Masdar F. Mas’udi (salah satu Rais Syuriyah PBNU), Bambang Sudibyo (mantan Menteri Keuangan), KH. Muzammil Basyuni (adik dari mantan Menag Maftuh Basyuni), Zainul Bahar Noor (mantan pimpinan Bank Muamalat dan Dubes Indonesia di Yordania), KH. Ahmad Sathori Ismail (tokoh dai nasional), Ahmad Juwaini (pimpinan Dompet Dhuafa), dan lain-lain. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



