Jakarta, bimasislam— Menindaklanjuti program assesmen kepada seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam dan pelaksanaan Workshop Skill Kepemimpinan dan Manajemen Perubahan Bimas Islam yang dihelat di Hotel 101 Bogor pada tanggal 31 Maret sampai dengan 1 April 2016 yang lalu, Bagian Ortala Sekretariat Ditjen Bimas Islam menyelenggarakan pemilihan umum di lingkungan Ditjen Bimas Islam untuk memilih model Agent of Change. Sistem yang dilakukan dengan mengedarkan kotak suara dan panitia menyediakan kertas suara dengan nama calon yang diusulkan oleh masing-masing unit eselon II.
Menurut Kabag Ortala, Eddy Mawardi, pemilihan Agen of Change ini bertujuan untuk membentuk agen perubahan untuk menemukan Role Model dari pegawai yang dapat dicontoh bagi pegawai lainnya.
“Nantinya, pegawai yang terpilih dapat dijadikan contoh dalam bekerja, bertingkah laku serta memiliki Mindset dan Culture Set yang lebih maju guna mewujudkan peningkatan kinerja dengan integritas yang tinggi. Selain itu juga menjadi media sosialisasi dan pembekalan Agent of Change reformasi birokrasi dalam jangka panjang menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, transparan, akuntabel, dan profesional”, ungkapnya.
Eddy melanjutkan, pemilihan ini merupakan tuntutan dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi yang harus ditempuh sebagai bagian dari PMPRB yang terus berjalan.
“Bimas Islam sepertinya menjadi unit pertama yang melakukan langkah ini di lingkungan Kementerian Agama. Kami berharap, langkah ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk menjadi aparatur yang profesional dan berdisiplin tinggi. Kami berharap pada pegawai yang terpilih dari pemilihan seluruh pegawai bisa menjadi agen-agen perubahan yang dimulai dari dirinya sendiri dan ditularkan kepada teman-teman di unit kerjanya masing-masing”, ujarnya.
Berdasarkan hasil usulan dari setiap unit eselon II, terdapat 15 (lima belas nama) yang dipilih dan segera dihitung perolehan suara yang telah dibentuk secara panel. Nama-nama tersebut adalah: Jaja Zarkasyi, Lubenah, Lukman AS (Ditpena Islam), Arif Rizal, Fuad Nazar, Yahya Ubaid (Ditzakat), Rama Wahdiansyah, Firdaus Indriawan, Muhajir Al-Qadri (Ditwakaf),Thobib Al Asyhar, Ferdiansyah, Irnaningsih (Sekretariat), dan Anwar, Ismail Fahmi, Siti Nur Azizah (Diturais dan Binsyar). (thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



