Yogyakarta, bimasislam— Pasar Malam Perayaan Sekaten(PMPS) memang telah usai, Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI menjadi bagian penting dari event tahunan Keraton Yogyakata ini. Resmi dibuka pada 4 Desember, PMPS ditutup berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi SAW, 24 Desember 2015 lalu.
Bersama dengan Stand Kemenag se Provinsi D.I. Yogyakarta, Bimas Islam hadir menjadi pembeda dengan mendirikan stand 100% non komersil. Berbagai informasi disajikan dengan kemasan yang unik dan menarik. Program-program unggulan diinformasikan kepada masyarakat melalui media yang digunakan sehari-hari. Tidak hanya itu, berbagai kalangan pun disasar tanpa membedakan umur.
Tengok saja, bagi masyarakat kalangan dewasa dapat menerima informasi tentang nikah gratis di kantor KUA, informasi disaijkan dalam format sticker dan poster, semua diberikan secara gratis. Bagi mereka yang belum memiliki Al-Qur’an bisa dengan cuma-cuma mendapatkan kitab suci itu, syaratnya janji mau mebaca dan mengamalkan isi yang terkandung didalamnya.
Bagi kalangan remaja atau yang masih belajar, mereka dimanjakan dengan pernik ilmiah, mulai dari jurnal, majalah, buku-buku keagamaan hingga berbagai informasi tentang aplikasi berbasis teknologi, diantaranya SIMKAH (sistem informasi manajemen nikah), SIMAS (sistem informasi masjid), SIWAK (sistem informasi wakaf), dll. Dan, merekapun bisa membawa pulang bulpen cantik untuk keperluan sekolah atau kuliah.
Tidak ketinggalan, mereka yang datang dengan membawa anak-anak, panitia menyediakan balon cantik yang berisi ajakan sadar halal. Melalui balon ini, masyarakat nampaknya dengan cepat menangkap pesan yang disampaikan oleh pemerintah. Menarik bukan?
Stand Bimas Islam menjadi pembeda karena kehadirannya yang unik, menarik dan menjadi berkah para pengunjungnya. Pantauan bimasislam selama pameran berlangsung, dari tahun ketahun selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Kaleidoskop Stand Bimas Islam
Setiap tahunnya stand Bimas Islam selalu menampilkan sesuatu yang berbeda. Pada tahun 2009-2010 misalnya, stand yang selalu didominasi warna hijau ini memeriahkan “sekaten” dengan mengadakan kuis berhadiah. Waktu itu, masyarakat sangat antusias, dengan pertanyaan seputar keagamaan bagi mereka yang beruntung dapat membawa pulang televisi dll.
Berlanjut pada tahun 2011, stand Bimas Islam kembali mengejutkan dengan melayani pengunjung sekaten untuk mengenalalat rukyat yang biasa dipakai Kementerian Agama dalam rukyatul hilal penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah. Animo masyarakat kala itu untuk datang ke arena PMPS sangattinggi.Antusiasme pangunjung pun disambut positif dengan membagikan poster tata cara penyembelihan hewan secara halal. Dalam poster tersebut dijelaskan tata cara pra penyembelihan, proses penyembelihan dan pasca penyembelihan.
Dalam beberapa tahun terakhir Bimas Islam memang tidak pernah absen ambil bagian untuk mensyiarkan progam-progam keagamaan melalui event sekaten. Pada beberapa tahun terakhir, Bimas Islam juga menyediakan layanan cuma-cuma kepada pengunjung untuk konsultasi syariah secara gratis. Salah satu yang banyak diminati adalah belajar konversi tanggal masehi ke hijriah lengkap dengan harinya. Anda penasaran? jangan lewatkan Sekaten tahun depan. [syam/foto:bimasislam]
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



