Kota Pekalongan, Bimas Islam — Kehadiran Masjid Ramah Pemudik di jalur Pantura menjadi solusi bagi pelaku perjalanan mudik untuk beristirahat. Salah satunya Masjid Al-Fairus yang menyediakan berbagai layanan gratis bagi pemudik.
Masjid ini menghadirkan fasilitas lengkap, mulai dari cek kesehatan, cukur rambut, pijat, hingga servis kendaraan bermotor. Layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi pengurus masjid dengan sejumlah mitra sponsor.
Pengurus Masjid Al-Fairus, M. Taufiq, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Pertamina, PLN, dan koperasi.
“Kami menyediakan tempat istirahat yang luas yang dapat menampung banyak pemudik untuk beristirahat. Selain itu, tersedia toilet yang memadai dan terpisah antara laki-laki dan perempuan dengan kebersihan yang terus dijaga,” ujar Taufiq saat ditemui pada Kamis (19/3/2026).
Selain fasilitas dasar, masjid ini juga dilengkapi sarana modern, seperti stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), ATM, serta area bermain anak, termasuk PlayStation. Dukungan sponsor juga memungkinkan tersedianya pijat tradisional dan elektrik serta layanan potong rambut gratis.
Taufiq menyebut jumlah pemudik yang singgah setiap hari mencapai sekitar 350 orang. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan masjid ramah pemudik.
Perwakilan mitra strategis Pertamina Lesehan Enduro, Kiki, mengatakan program ini telah berjalan selama dua tahun sebagai bagian dari pelayanan bagi pemudik.
“Pertamina menyediakan delapan titik layanan pemudik di sepanjang jalur Pantura, dan salah satunya berada di Masjid Al-Fairus ini. Semua fasilitas di sini gratis dan dapat dimanfaatkan oleh pemudik maupun warga lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, layanan yang tersedia mencakup pijat gratis, layanan kesehatan, cukur rambut, serta tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan. "Harapannya, para pemudik dari berbagai daerah dapat mengetahui bahwa kami menyediakan layanan untuk membantu mereka beristirahat dengan aman dan nyaman dalam perjalanan menuju kampung halaman,” tambah Kiki.
Sementara itu, Kasubdit Kemasjidan, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan upaya Kementerian Agama dalam mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat, terutama saat arus mudik Lebaran.
Ia menjelaskan, secara nasional program ini melibatkan ribuan masjid di jalur mudik strategis. "Tahun ini, tercatat sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia telah terdaftar sebagai Masjid Ramah Pemudik dan siap memberikan layanan bagi para musafir,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan ribuan masjid tersebut menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan yang aman dan nyaman.
“Masjid harus hadir sebagai tempat yang ramah dan memberikan kemaslahatan, termasuk bagi para pemudik. Inilah wujud nyata peran masjid dalam melayani umat,” pungkasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



