Jakarta, Bimas Islam — Sesi Ta'aruf Golek Garwo dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H tidak hanya menjadi ruang pertemuan bagi para pencari jodoh, tetapi juga menghadirkan kisah dukungan keluarga dan ikhtiar generasi muda dalam menemukan pasangan hidup. Kegiatan yang menjadi bagian dari Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo ini diikuti sedikitnya 354 peserta, di luar pendaftar langsung (on the spot), dari berbagai daerah.
Di antara para peserta, hadir Karmini (56), warga Tangerang, yang mengantar putrinya berusia 28 tahun untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keputusan untuk menikah sepenuhnya berasal dari keinginan sang anak, sementara dirinya hanya memberikan dukungan dan doa.
"Saya tidak pernah memaksa anak harus segera menikah. Ini memang keinginan dia sendiri, saya hanya mendukung dan mendoakan semoga dipertemukan dengan jodoh yang terbaik," ujar Karmini.
Karmini mengatakan, putrinya telah beberapa kali berkenalan dengan calon pasangan. Namun, hubungan tersebut tidak berlanjut karena merasa belum menemukan kecocokan. Setelah mengetahui informasi Golek Garwo melalui akun Instagram Kementerian Agama, mereka memutuskan mengikuti forum ta'aruf yang difasilitasi pemerintah sebagai ikhtiar baru untuk mencari pasangan.
Pengalaman serupa disampaikan Key (28), peserta asal DKI Jakarta. Ia mengaku memiliki lingkaran pertemanan yang terbatas, sementara pertanyaan mengenai rencana menikah kerap diterimanya dari lingkungan sekitar.
"Hampir setiap hari ditanya kapan menikah. Lama-lama jadi pusing juga. Karena circle saya sedikit, akhirnya saya coba ikut Golek Garwo setelah tahu informasinya dari Instagram Bimas Islam. Mudah-mudahan ini menjadi jalan ikhtiar yang baik," katanya.
Sementara itu, Febry (30) mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena penasaran dengan konsep ta'aruf yang digelar Kementerian Agama. Ia tidak memasang target untuk langsung menemukan pasangan, tetapi mengapresiasi upaya pemerintah menyediakan ruang pertemuan yang aman dan terarah.
"Konsepnya bagus karena ada ruang untuk berkenalan secara baik. Mungkin ke depan sesi penyampaian materi bisa dibuat lebih singkat dan interaktif supaya peserta lebih terlibat," ujarnya.
Febry juga berharap pelaksanaan kegiatan berikutnya lebih banyak memberi ruang interaksi antarpeserta. "Sebaiknya jangan terlalu banyak ceramah atau teori, karena membuat kita bosan. Itu saja, semoga ke depan lebih baik lagi," tandasnya.
Kegiatan Golek Garwo merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama melalui Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo.
Sebelumnya, Nikah Fest 2026 diawali dengan Nikah Massal yang diikuti 31 pasangan dari wilayah Jabodetabek sebagai bentuk kehadiran negara dalam mempermudah layanan akad nikah yang sah dan tercatat.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Talk to Sakinah, Wedding Pulse, literasi zakat dan wakaf, edukasi perencanaan keuangan keluarga, perencanaan kepemilikan rumah bagi keluarga muda, serta Islamic Wedding Expo yang mempertemukan layanan pemerintah, penghulu, perbankan, pelaku industri pernikahan, dan berbagai mitra untuk memperkuat ekosistem layanan pernikahan yang inklusif, edukatif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menegaskan bahwa negara perlu hadir melalui program-program afirmatif untuk mendorong kesiapan dan keberanian generasi muda membangun keluarga.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



