Jakarta, bimasislam— lokasi teror “bom thamrin” di kawasan Sarinah Jakarta pusat, kamis (14/01) tidak jauh dari gedung Kementerian Agama yang berdiri megah di jalan yang sama. Jarak yang cukup dekat itu membuat semua pegawai di gedung berlantai 20 itu dapat mendengar suara ledakan yang cukup keras.
Awalnya, ledakan pertama yang terjadi di jam sibuk, pukul 10.45 membuat sebagian pegawai terkejut. sejumlah pegawai nampak melihat ke arah gedung Cakrawala yang mengepulkan asap putih, sementara sebagian lainnya masih meneruskan pekerjaan. Akan tetapi setelah terjadi sejumlah ledakan susulan, seluruh pegawai di kantor kementerian agama, jalan MH. Thamrin menyadari tengah terjadi aksi teror di kawasan Sarinah. Dari balik jendela, nampak warga yang berkerumun di sekitar lokasi tiba-tiba berhamburan, sementara itu sejumlah aparat kepolisian terlihat mengambil posisi tiarap dan terdengar suara baku tembak.
Pantauan bimasislam, semua pegawai memperhatikan lokasi teror dari ruang-ruang kerja di Gedung Kemenag, sementara itu sebagian pegawai lain memilih untuk turun ke lantai dasar. Total terjadi 6 ledakan sebelum akhirnya untuk menjamin keselamatan, seluruh pegawai diperbolehkan pulang. Sementara itu ledakan ketujuh terjadi setelah sebagian pegawai Kemenag meninggalkan kantor.
Izin meninggalkan kantor lebih awal dengan alasan keamanan itu berlaku satu hari pada Kamis saat terjadi aksi teror, sedangkan pada hari Jumat (15/01) semua pegawai Kemenag kembali bekerja seperti biasa setelah Biro Umum Kementerian Agama melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya yang memastikan seluruh gedung di sekitar Plasa Sarinah dalam kondisi aman.
Aksi teror di pusat kota itu segera menjadi perhatian dunia. Tujuh orang dinyatakan tewas dalam aksi rentetan teror di kawasan perempatan Sarinah tersebut. Dari 7 orang itu, 5 di antaranya adalah pelaku dan 2 korban tewas lainnya adalah WN Kanada dan seorang WNI. Sementara 24 lainnya menjadi korban luka-luka, mulai luka ringan hingga berat.(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



