Makassar, Bimas Islam -- Semangat Muhammad Fatwa (23), alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, patut diacungi jempol. Ia menempuh perjalanan sekitar 170–180 kilometer dari Kabupaten Bone menuju Makassar untuk menghadiri Bincang Syariah Goes To Campus bertajuk “Mawlid For Earth: Sharia and Eco Wisdom” yang digelar di Masjid Agung Sultan Alauddin Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (22/9/2025).
Perjalanan darat yang ditempuh Fatwa memakan waktu sekitar 4 jam. Meski cukup melelahkan, tekadnya tidak surut demi mengikuti acara yang mengangkat isu lingkungan dari perspektif Islam ini.
“Ini kesempatan berharga untuk kembali belajar dan mendapatkan wawasan baru tentang ajaran Nabi dalam merawat bumi,” ujar Fatwa kepada wartawan di sela kegiatan.
Ia menyebut, materi yang dibawakan para narasumber, termasuk pendakwah muda sekaligus influencer Habib Ja’far, mudah dipahami dan relevan dengan situasi saat ini. “Saya jadi sadar bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya ritual seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan,” tambahnya.
Acara Bincang Syariah Goes To Campus di UIN Alauddin Makassar menjadi salah satu rangkaian Blissful Mawlid 1447 Hijriah yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, alumni, dosen, dan masyarakat untuk bersama-sama memperingati Maulid Nabi dengan mengangkat pesan ekoteologi.
Masjid Agung Sultan Alauddin dipadati peserta yang datang dari berbagai daerah. Ishmah Tunnisa Naro (18), mahasiswa semester I Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar asal Mamuju, Sulawesi Barat, mengaku mendapat banyak pelajaran dari kegiatan tersebut.
“Sebagai mahasiswa baru, saya senang sekali ikut acara ini. Saya belajar bagaimana Islam mengajarkan kita untuk peduli pada bumi,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa rutin digelar agar mahasiswa memiliki ruang belajar yang luas mengenai ajaran Islam yang menyentuh isu-isu aktual. “Selain menambah ilmu, saya juga bertemu teman baru dari berbagai daerah. Lebih memberi kejutan adalah saya akhirnya bisa berfoto dengan idola saya yaitu Habib Ja’far,” kata Ishmah.
Sementara itu, Mustang (42), warga Gowa yang hadir bersama keluarganya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini. “Selain karena ingin melihat cucu Nabi yaitu Habib Ja’far, saya datang karena mau mendengar langsung bagaimana Islam berbicara soal lingkungan. Ini acara yang sangat bermanfaat, bukan hanya untuk mahasiswa tapi juga masyarakat umum seperti saya,” terangnya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rohmad, mengapresiasi antusiasme ribuan peserta. Ia menilai Bincang Syariah Goes To Campus bukan hanya memperkuat silaturahmi antarwarga kampus dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang peduli pada lingkungan.
“Tema yang diangkat ini sesuai Asta Protas Menteri Agama yaitu ekoteologi. Islam tidak hanya mengatur soal ibadah, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab moral terhadap bumi. Kegiatan ini menjadi langkah konkret bahwa pesan Nabi dapat diaktualisasikan dalam konteks kekinian,” ungkap Abu.
Ia menambahkan, program ini merupakan upaya Ditjen Bimas Islam untuk menghadirkan peringatan Maulid Nabi yang inspiratif dan berdampak luas. Menurutnya, momentum Maulid dapat digunakan sebagai sarana penguatan iman sekaligus penggerak kepedulian sosial, termasuk kepedulian pada lingkungan hidup yang semakin terancam.
“Generasi muda Muslim harus memahami Islam secara paripurna, termasuk penguatan pemahaman pada kepedulian terhadap isu lingkungan,” tandasnya.
Wcp/Mr



