Bangka, bimasislam— Bangka merupakan sebuah pulau yang terletak di bagian timur Sumatera. Pulau besar yang bersebelahan dengan Belitong ini dikenal memiliki deretan pantai yang indah dengan batu-batu raksasanya yang memesona. Tak hanya itu, hal lain yang menarik dari pulau kaya timah ini adalah kerukunan umat beragama yang kondusif dan dinilai tepat untuk menjadi contoh bagi daerah lain di tanah air.
Di Provinsi Bangka Belitung, jumlah umat Islam mencapai 1.088.791 jiwa. Warga Muslim ini berdampingan dengan pemeluk agama Buddha dan Konghuchu sebagai minoritas terbesar, yaitu sebanyak 51.882 dan 39.790 jiwa, disusul umat Kristiani dan Katholik yang masing-masing berjumlah 22.053 dan 14.738 jiwa, serta umat Hindu sebesar 1.040 orang.
Dengan keragaman agama penduduknya yang demikian, kerukunan umat beragama baik sesama maupun antar pemeluk agama tetap terbangun dengan harmonis. Hal ini tidak terlepas dari peran Kementerian Agama baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat kecamatan melalui KUA-KUA.
“Di Bangka Belitung ini, apabila terjadi gesekan yang mengganggu kerukunan umat beragama, akan segera diselesaikan di tingkat desa. Kementerian Agama bersama mitra turun tangan langsung melakukan langkah-langkah antisipasi agar gesekan dapat didinginkan dan tidak meluas,” demikian disampaikan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung, Rebuan, saat ditemui Bimasislam, Kamis (29/12).
Dikatakan Rebuan, hal lain yang menjadi faktor pendukung terwujudnya harmonisasi kehidupan umat beragama di Bangka adalah karakter masyarakat Bangka yang mudah untuk diajak bermusyawarah. “Masyarakat di sini mudah di ajak bermusyawarah, tidak suka ngotot-ngotot,” tambahnya.
Dalam hal kerukunan tersebut, Rebuan menambahkan, tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan umat. “Di kampung-kampung, tokoh agama menjadi sentral dalam membimbing umat. Kesadaran untuk menjaga ketertiban dan kerukunan juga cukup tinggi,” ujar pria kelahiran 31 Mei 1967 itu.
Sebagai Kepala Bidang yang bertugas melayani warga Muslim, ia terus menjalin komunikasi dengan mitra terkait seperti MUI, Kesbangpol, dan kepolisian untuk terus menjaga kondisi tersebut. “di Bangka-Belitung ini, info-info aliran keagamaan cepat direspon karena terjalin kerjasama yang baik dengan MUI, Kesbangpol, dan pihak kepolisian,” pungkasnya.
(sigit/bimasislam/ceritauntukbumi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



