Ambon,Bimasislam—Mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Islam, Muhammad Tambrin mewisuda 2000 Santri TPA/TPQ Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Perhelatan yang diawali dengan prosesi khatmil Quran oleh para santri yang berasal dari 10 kecamatan itu digelar di halaman Kantor Bupati Buru, Kamis (15/9).
Pada kesempatan tersebut, mantan Kakanwil Kalimantan Selatan itu memberikan apreasiasi atas event wisuda akbar yang merupakan wujud nyata dari Peraturan Daerah itu. Peraturan Daerah yang dikenal dengan istilah Gelora atau Gerakan Bupolo Mengaji itu meliputi Gerakan Mencintai Al-Qur'an, Gerakan Menghidupkan Al-Qur'an, Gerakan Pendidikan Karakter, Gerakan Pendidikan Deradikalisasi dan Gerakan Revolusi Mental di Kabupaten Buru, Maluku.
Sementara itu dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad, menjelaskan bahwa program Bupolo Magrib Mengaji yang digagas oleh pemerintah di kabupaten ini merupakan bentuk dari dukungan pemerintah terhadap masyarakat untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah yang religius, aman dan sejahtera.
"Dulunya anak-anak sebelum waktu Magrib sudah memegang Al-Qur'an dan mengaji, akan tetapi pada waktu sekarang ini waktunya lebih banyak dihabiskan dengan menonton televisi ataupun asik bermain memegang handphone. Mudah-mudahan dengan program Bupolo Magrib Mengaji ini diharapkan anak-anak kembali mengaji dan tidak bermain di waktu Magrib. Sehingga anak-anak jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Musaad.
Dalam kesempatan itu, Bupati Buru Ramly Umasugi juga menyampaikan tekadnya untuk menjadikan pulau yang disebut dengan Bumi Bupolo itu sebagai proyek peradaban untuk menyelamatkan anak-anak dari perbuatan negatif dari kemajuan teknologi yang berpotensi merusak nilai-nilai moral maupun agama.
"Saya tidak menyangka kalau peserta wisuda akbar ke II ini juga sangat banyak, kemarin wisuda pertama 1865 santri kami wisuda, sekarang 2000 kami wisuda. Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mencanangkan kegiatan Bupolo Magrib Mengaji ini di daerah kami, dan terima kasih kepada bapak Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Islam yang telah mewisuda anak-anak kami," katanya.
Pulau Buru merupakan pulau ketiga terbesar di Kepulauan Maluku setelah Halmahera di Maluku Utara dan Pulau Seram di Maluku Tengah. Dari Kota Ambon, perjalanan menuju Pulau Buru dapat ditempuh selama 8 jam melalui perjalanan laut.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Kankemenag Kabupaten Buru.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



