bimasislam — Bimasislam- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor akhir pekan lalu (9/9) menyerahkan SK Izin Operasional Yayasan Al-Ihsan Jateng sebagai LAZ skala provinsi. Bersamaan dengan itu digelar launching Kelas Perdana Sekolah Amil Se-Jawa Tengah dan Seminar Zakat Nasional di Semarang, Jawa Tengah (9/9).
Dalam sambutannya Tarmizi menyampaikan apresiasi dan selamat atas telah disahkannya Yayasan Al-Ihsan Jateng sebagai bagian dari pengelola zakat melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 558 Tahun 2017 tentang Pemberian Izin Yayasan Al-Ihsan Jawa Tengah sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Provinsi. Tarmizi pun berharap agar LAZ memegang teguh kepercayaan masyarakat atas pembayaran zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada mustahik sesuai dengan ketentuan syariah, selain itu senantiasa berkolaborasi dalam program penyaluran zakat baik berskala regional maupun nasional.
Sementara itu dalam pidato kunci Gubernur Jateng yang disampaikan oleh Biro Kesra menegaskan, LAZ Al-Ihsan Jateng jangan lupa melakukan pelaporan zakat, infak, dan sedekah secara berkala kepada pihak terkait, di era digital ini, pelaporan disampaikan melalui online minimal melalui grup media sosial.
Selain Gubernur Jateng memberikan pidato kunci, tampak hadir pula pembicara lainnya pada acara seminar zakatuntuk Indonesia, yaitu Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Ketua BAZNAS Provinsi JatengDr. KH. Ahmad Daroji serta Ketua Forum Zakat (FOZ) Nur Efendi.
Pengembangan Tanah Wakaf BKM Demak
Pada hari sebelumnya di kesempatan terpisah, Tarmizi Tohor menghadiri acara lelang sawah wakaf BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) Kabupaten Demak Jawa Tengah bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kab. Demak (7/9). Dalam acara tersebut Tarmizi mengapresiasi upaya BKM Kab. Demak dalam mengoptimalkan pengembangan tanah wakaf. Sesuai laporan yang diterima,, BKM Kab. Demak telah mengembangkan aset tanah wakaf dari 350 hektar menjadi 380 hektar. Selain itu, program pengembangan yang telah dilakukan adalah pembangunan sekolah SMA dan SMK Raden Al Fattah, pembangunan sekolah tahfizh, dan pembuatan ruko yang disewakan untuk mini market atau usaha kuliner yang berlokasi di Kab. Demak. Tarmizi menyampaikan bahwa potensi tanah wakaf di Indonesia memiliki jumlah lokasi sangat signifikanyang tersebar diseluruh Indonesia. Namun dalam pemanfaatannyabelum optimal.
(achmad soleh/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



