Jakarta, bimasislam— Sebagai salah satu Direktorat (Eseleon II) di lingkungan Ditjen Bimas Islam yang ditunjuk sebagai proyek percontohan pelaksanaan Zona Integritas, Direktur, Kasubdit, Kasie dan seluruh karyawan Direktorat Pemberdayaan Wakaf siap mendukung program ini. Alasan penunjukan Direktorat Pemberdayaan Wakaf ini karena dalam tugas dan fungsinya terkait dengan layanan perwakafan di KUA.
Dalam rapat koordinasi internal (26/3) telah menyinggung perlunya upaya yang sungguh-sungguh sesuai dengan ketentuan yang ada dan bebas dari korupsi. Satu agenda penting yang diperbincangkan untuk mendukung program tersebut adalah perlunya peningkatan sosialisasi layanan perwakafan yang bebas biaya di KUA melalui program image building.
Saat dimintakan pendapatnya soal ini, Kasubag Sistem Informasi Ditjen Bimas Islam, Dr. Thobib Al-Asyhar, mengatakan:
“Direktorat Pemberdayaan Wakaf harus lebih intensif dalam melakukan sosialisasi layanan perwakafan di KUA. Dalam tinjauan saya di beberapa KUA, informasi layanan perkafan di sebagian KUA tidak maksimal. Bahkan saya menemukan sendiri bahwa KUA di daerah berkembang ada yang menarik bayaran dengan alasan mengganti materai. Ini kan fatal, membuat AIW gratis tetapi dikenakan biaya yang begitu besar. Karena itu, saya menyarankan agar Direktorat Wakaf lebih intensif dalam memasang informasi layanan wakaf di KUA, baik melalui banner atau media lainnya”, tandasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Direktur Pemberdayaan Wakaf, Para Kasubdit, para Kasie, dan beberapa staf. Hadir pula Kasubag Sistem Informasi, Dr. Thobib Al-Asyhar dan pelaksana penganggaran, Bayu Ihsan Merdeka. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



