Surabaya, Bimas Islam — Direktur Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, mengungkapkan pentingnya merawat harmoni dan kerukunan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Hal itu ia sampaikan usai berziarah ke makam pahlawan nasional Bung Tomo di TPU Ngagel Rejo, Surabaya, Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, kesadaran untuk merawat harmoni dan kerukunan bangsa menjadi bukti bahwa generasi penerus tidak menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan yang membebaskan negeri dari imperialisme dan kolonialisme.
"Jika dulu para pahlawan menghadapi musuh yang tampak, kini kita menghadapi musuh yang tidak kasatmata seperti egosentrisme dan keserakahan yang dapat melemahkan persatuan," tuturnya.
Fuad berada di Surabaya untuk mengikuti jalan sehat The Wonder of Harmony yang digelar Ditjen Bimas Islam di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar. Ia menyebut para pendiri bangsa adalah teladan karena mampu memulihkan martabat rakyat yang pernah dianggap “inlander” menjadi bangsa merdeka yang dihormati dunia.
“Yang kita kagumi dari para pendiri bangsa dan pemimpin masa silam adalah kemampuan mereka menyatukan berbagai aliran politik dan aspirasi demi cita-cita nasional. Semangat ‘kita’ itu mengatasi semangat aku, kamu, atau kami,” jelasnya.
Fuad menilai, semangat tersebut perlu dijaga di era kini. Bangsa Indonesia, katanya, harus tetap menghargai martabat manusia, menjaga empati, dan merawat solidaritas di tengah arus perubahan global.
“Apa pun perbedaannya, sesama hamba Tuhan dan warga bangsa harus saling menghormati, mencintai, dan memiliki empati,” ujarnya.
Tentang sosok Bung Tomo, Fuad menyebutnya sebagai pejuang sejati yang membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Ia mengingatkan bahwa dalam pertempuran 10 November 1945, Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo dengan pekikan “Allahu Akbar”.
“Bung Tomo wafat pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji. Setahun kemudian, berkat upaya pemerintah dan bantuan komunikasi Mohammad Natsir kepada Raja Arab Saudi, jenazah beliau dapat dibawa pulang dan dimakamkan kembali di Surabaya,” kata Fuad.
Mfn/Mr



