Jakarta, bimasislam— Pentingnya penyembelihan hewan sesuai syariat Islamadalah untuk menghasilkan daging halal dan thayyib. “Dalam hal ini tenaga penyembelih wajib memahami bagaimana menyembelih yang benar sesuai dengan syariat Islam”, papar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muhammad Tambrin dalam acara Bimbingan Edukasi Penyembelihan Hewan Kurban pada Rabu (31/8) yang lalu di ruang sidang Kementerian Agama Jl. M.H. Thamrin Jakarta.
Pada acara yang diikuti tenaga penyembelih dan panitia kurban se-Jabodetabek ini, Direktur menyampaikan materi tentang penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Menurut Tambrin, ibadah kurban merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan penyembelihan hewan atas dasar ketakwaan dan kesabaran dalam menjalankan perintahNya. “Untuk itu dalam menyelenggarakan ibadah kurban, tenaga penyembelih atau panitia harus bersikap ihsan” sambung mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan ini.
Direktur juga menyampaikan tentang persyaratan alat yang digunakan untuk menyembelih. Dimana harus tajam dan bersifat melukai serta terbuat dari batu, bambu, besi dan benda logam lainnya. Alat tidak terbuat dari tulang, kuku dan gigi. Namun di Indonesia, alat yang digunakan biasanya terbuat dari besi.
Lelaki kelahiran Barito Selatan ini menghimbau agar para tenaga penyembelih sangat memperhatikan ketajaman pisau yang digunakan. Karena hal tersebut juga bagian dari sikap ihsan terhadap hewan kurban.
Tambrin menghimbau agar sikap ihsan harus melekat dalam diri tenaga penyembelih. Penyembelihan yang memperlakukan hewan dengan baik, tidak akan menyebabkan rasa sakit pada hewan dan dapat mengalirkan darah keluar tubuh hewan secara sempurna. “Dalam hal ini, penyembelihan akan menghasilkan daging halal dan thayyib”, ungkap Direktur.
Direktur menegaskan agar tenaga penyembelih yang ditugaskan adalah orang yang berkeahlian dalam menyembelih dan telah menjalankan ajaran Islam dengan baik. Penting bagi tenaga penyembelih memenuhi persyaratan dimaksud agar tujuan ibadah kurban dapat tercapai.
Menutup paparannya Tambrin menjelaskan tentang pemanfaatan daging kurban, yaitu daging kurban dapat diberikan kepada fakir miskin dan karib kerabat dan juga dimakan sendiri.
(lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



