Bogor, bimasislam— Dirjen Bimas Islam, Machasin memberi kejutan atas kerja keras yang dilakukan para operator aplikasi SAIBA dan SIMAK BMN di seluruh Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia. Secara simbolis, kejutan yang merupakan apresiasi itu diwujudkan dengan memberi dua unit laptop kepada masing-masing operator saat kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan dan Workshop Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara yang digelar di Hotel Grand Savero, Bogor, Rabu (14/9).
Sontak saja, 120 peserta yang merupakan operator SAIBA dan SIMAK BMN di seluruh provinsi itu menjadi riuh. Bahri, peserta dari Kanwil Sulawesi Selatan mengaku senang dengan apresiasi tersebut. “Tanpa bermaksud mengurangi hormat pada Satker lain, saya rasa Ditjen Bimas Islam memang yang paling peduli kepada operator SAIBA dan SIMAK BMN,” katanya disela-sela acara.
Kegiatan workshop tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan sistem laporan keuangan berbasis akrual, yang mengharuskan adanya sinkronisasi dan rekonsiliasi akuntansi laporan keuangan dari semua Satuan Kerja dan wilayah yang dapat diintegrasikan di tingkat pusat. Operator SAIBA dan SIMAK BMN dituntut memiliki ketelitian karena proses input memerlukan keahlian mendetail terkait angka dan akun. Input atas aset negara juga harus terus dilaporkan pada Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.
Sistem Manajemen Aset Negara, seperti disampaikan Kabag Keuangan Nur Afwa Sofia dalam laporannya, merupakan aplikasi yang digunakan untuk mendukung proses pengelolaan BMN tersebut, yang meliputi Perencanaan, Penggunaan, Pemanfaatan, Pemeliharaan, Penatausahaan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan aset-aset negara berbasis internet yang dapat di akses oleh pengelola dan pengguna.
Oleh karena itu, ia menjelaskan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan dan Sistem Manajemen Aset Negara menjadi penting agar proses pengelolaan BMN dapat lebih cepat, efisien dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, proses pengelolaan BMN dapat dimonitor secaraonline baik oleh pengguna maupun pengelola.
“Tujuan lainnya adalah untuk melengkapi data BMN terkait kebutuhan manajemen aset, integrasi proses pengelolaan BMN dalam satu sistem, menyusun laporan keuangan dengan baik dan akurat, serta meningkatkan pemahaman para pengelola dalam menyusun laporan keuangan agar sesuai dengan peraturan perundang-undaangan yang berlaku,” paparnya.
Workshop tersebut digelar selama tiga hari dan ditutup oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin pada Jumat (16/9). Sejumlah narasumber yang diundang di antaranya Kepala Biro Keuangan Kementerian Agama, Ditjen Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kemenkeu, dan KPKNL Jakarta III. Melalui kegiatan ini, Nur Afwa berharap para operator dapat bersama-sama menerapkan Sistem Pengendali Intern Pemerintah (SPIP) agar target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan dapat tercapai.
(Sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



