Jakarta, bimasislam— Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA mengatakan bahwa simbol tetap diperlukan untuk menambah semangat dalam beragama. Hal tersebut disampaikan Djamil di depan ribuan Umat Islam yang memenuhi Masjid Istiqlal, Jakarta pada hari Jum’at (07/02).
Lebih lanjut, Guru Besar IAIN Wali Songo, Semarang, ini menegaskan bahwa simbol dalam beragama akan memperkecil keinginan untuk berbuat buruk. "Tanpa adanya simbol dalam beragama, naluri atau keinginan untuk berbuat keburukan akan semakin besar", ungkapnya. Selain itu, mantan Kepala Badan Litbang Kementerian Agama ini menambahkan bahwa semangat yang sama juga dapat diperoleh dengan cara berkumpul bersama orang-orang salih, karena lingkungan yang dipenuhi oleh orang salih akan menumbuhkan aura iman. Untuk itulah penting bagi setiap Muslim untuk membiasakan diri berkumpul dengan orang-orang yang beriman.
Pada kesempatan yang sama, pria yang dilantik sebagai Dirjen Bimas Islam pada tanggal 25 April 2012 ini juga berpesan agar umat Islam selalu menumbuhkan sikap konsisten dalam keimanan. Sikap konsisten dalam keimanan, atau secara sederhana dimaknai dengan keistiqomahan, lanjutnya, akan menumbuhkan sikap mulia dalam kehidupan sehari-hari karena merasa diawasi oleh Allah dimanapun berada. “Sehingga semua tindaktanduknya akan selalu dipagari oleh norma agama”, ujarnya (ska/foto:pinmas)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



